Pelajar Malaka Tewas Ditembak

Motif Penembakan Pelajar Malaka Hingga Tewas, Kapolres Rudi Ledo: Rasa Solidaritas Kelompok

JBS, pelaku penembakan pelajar Malaka hingga tewas, mengakui perbuatannya. Motifnya adalah rasa solidaritas tapi diekspresikan menyimpang.

|
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
Kapolres Malaka, AKBP Rudi Junus Jacob Ledo, SH, SIK. Ia menyebut motif penembakan pelajar Malaka hingga tewas karena rasa solidaritas kelompok tapi diekspresikan secara menyimpang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - JBS, pelaku penembakan pelajar Malaka hingga tewas, mengakui perbuatannya. Adapun motifnya adalah rasa solidaritas kelompok tapi diekspresikan secara menyimpang.

Hal ini diungkapkan Kapolres Malaka, AKBP Rudi Junus Jacob Ledo, SH, SIK saat konferensi pers, Kamis 4 April 2023.

Dalam konferensi pers tersebut, JBS dihadirkan. Dia memakai baju orange, berdiri membelakangi wartawan.

"Pelaku penembakan berinisial JBS ini ketika diambil keterangan mengaku kalau motif penembakan tersebut karena rasa solidaritas kelompok tapi diekspersikan secara menyimpang," ungkap AKBP Rudi Ledo.

Namun Kapolres Malaka tidak menjelaskan mengenai persoalan yang terjadi sebelumnya hingga memicu JBS menembak KAN (15), siswa SMP Negeri Loofoun Bone.

Personel Polres Malaka berhasil menangkap JBS, terduga pelaku penembakan pelajar Malaka hingga tewas.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Bekuk Pelaku Penembak Pelajar Malaka Hingga Tewas

JBS ditangkap di rumahnya, Dusun Wanibesak, Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku pada Rabu 3 Mei 2023 sekitar pukul 01.00 Wita.

Saat ditangkap JBS tidak melakukan perlawanan.

Menurut Kapolres Malaka, JBS telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum selanjutnya.

JBS menembak KAN (15), siswa SMP Negeri Loofoun Bone.

Sebelum peristiwa naas tersebut, KAN bersama 13 temannya latihan pencak silat PSHT di halaman SDK Kota Bone, Dusun Kota Bone, Kecamatan Weliman, Jumat 28 April 2023.

"Tiba-tiba ada suara letusan senapan angin yang berasal dari arah utara tempat korban dan para saksi latihan. Karena merasa panik korban bersama para saksi lari berhamburan meninggalkan tempat latihan," beber Kapolres Malaka.

Baca juga: Kapolres Malaka Ungkap Peluru Senapan Angin Bersarang di Otak Pelajar Malaka 

KAN bersama para saksi lainnya berlindung di salah satu rumah, tak jauh dari tempat latihan.

Kemudian korban memberitahukan kepada saksi IIN bahwa dia terkena tembakan.

"Setelah memberitahu saksi IIN korban langsung terjatuh di tanah. Saksi berusaha memapah korban ke dalam rumah," terang Kapolres Malaka.

"Sampai di dalam rumah korban terlihat darah mengalir dari pelipis bagian kanan dan korban mulai lemas," tambahnya.

Ketika melihat korban mulai lemas, lanjut Kapolres Malaka, saksi IIN dan keluarga langsung membawa korban ke RSUPP Betun untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Namun pada Minggu 30 April 2023 sekitar pukul 10.00 Wita korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Kapolres Malaka. (nbs)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved