KTT ASEAN Summit 2023

ASEAN Bahas Cara-cara Memperkuat Kerja Sama dan Posisi Internasional di KTT

Ketua ASEAN Indonesia akan menguraikan pernyataan visi untuk tahun 2045 guna memperkuat kemampuan kelompok untuk bekerja sama

Editor: Agustinus Sape
AFP via straitstimes.com
Ketua Asean Indonesia akan mengusulkan pernyataan visi untuk Asean 2045, peta jalan 20 tahun untuk memperkuat blok tersebut. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ketua ASEAN Indonesia akan menguraikan pernyataan visi untuk tahun 2045 guna memperkuat kemampuan kelompok untuk bekerja sama dan memperkuat relevansi internasionalnya pada KTT ASEAN minggu depan.

“Indonesia telah menyiapkan grand vision ASEAN 2045, serta proses pembahasan draf ASEAN Leaders Declaration, untuk memperkuat kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN,” kata tim KTT ASEAN, Senin 1 Mei 2023.

Pada tahun 2015, para pemimpin kelompok menyepakati peta jalan untuk blok tersebut, Asean 2025: Forging Ahead Together, untuk bekerja secara kolektif meningkatkan profil kawasan dan memastikan kemakmuran setiap negara anggota.

Baca juga: KTT ASEAN Summit 2023, Kapolres Manggarai Timur Lepas Puluhan Personil BKO

Gugus tugas tingkat tinggi dari kelompok tersebut saat ini sedang mendiskusikan perpanjangan rencana ini, yang akan menjabarkan bagaimana ASEAN dapat melanjutkan pekerjaannya pasca-2025 dan mencapai tujuannya untuk 20 tahun ke depan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah mengatakan para pemimpin ASEAN diharapkan mengadopsi visi yang akan Indonesia kemukakan pada KTT ASEAN ke-42.

KTT akan diadakan di Labuan Bajo, sebuah kota di ujung barat pulau Flores , dari 9 hingga 11 Mei 2023.

Di antara isu-isu yang diperkirakan akan dibahas pada KTT tingkat tinggi minggu depan adalah krisis di Myanmar, penyusunan peta jalan menuju keanggotaan penuh ASEAN untuk Timor Leste, dan negosiasi Kode Etik di Laut China Selatan.

Indonesia juga mengatakan perdagangan manusia akan menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut, di tengah meningkatnya kekhawatiran di negara-negara ASEAN akibat meningkatnya jumlah kasus di kawasan tersebut.

“Kapasitas penegakan hukum negara anggota ASEAN perlu diperkuat dalam melakukan investigasi, mengumpulkan bukti, mengidentifikasi korban dan penuntutan.

Perlu juga memperkuat kerja sama untuk pencegahan, rehabilitasi, dan reintegrasi korban,” kata tuan rumah KTT Asean tersebut.

Para pemimpin ASEAN akan menghadiri delapan pertemuan dalam format pleno dan retret minggu depan, tujuh di antaranya akan dipimpin oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.

KTT akan disertai dengan acara tambahan yang dikenal sebagai "festival rakyat", yang akan mencakup karnaval jalanan, bazaar kuliner, peragaan busana dan pertunjukan budaya, dalam upaya untuk meningkatkan visibilitas Flores sebagai tujuan wisata.

“Side event-nya adalah dengan melibatkan masyarakat setempat secara aktif, salah satunya melalui dukungan ekosistem kreatif atau usaha mikro, kecil, dan menengah di Labuan Bajo,” ujar Ibu Shana Fatina, Direktur Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores.

Dalam sebuah wawancara dengan The Straits Times pada bulan Maret, Jokowi mengatakan pemerintahnya ingin mempromosikan Labuan Bajo sebagai tujuan wisata prioritas utama.

Baju dinas dibuat khusus untuk para kepala negara anggota ASEAN, dari kain tenun dengan motif mata manuk (mata ayam) khas Kabupaten Manggarai Barat Flores.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved