Puting Beliung Terjang Kodi Sumba
Keluarga Minta Pemkab Sumba Barat Daya Bantu Proses Penguburan Korban Puting Beliung
Sedangkan seorang korban meninggal dunia lainnya adalah anak dari saudara almahrum Debora Bali Mema yang kini disemayamkan keluarga di kampung.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Samuel Deta Holo, keluarga korban puting beliung di Kabupaten Sumba Barat Daya meminta pemerintah daerah membantu proses penguburan ke-4 anggota keluarganya meninggal dunia akibat terjangan angin puting beliung yang memporakporandakan Kampung Batta, Desa Ate Dalo dan desa sekitarnya di Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, Jumat 28 April 2023 sekitar pukul 14.30 wita.
Keempat korban meninggal dunia adalah keluarganya semua dimana korban meninggal dunia terdiri Debora Bali Mema bersama kedua anaknya Maria Kaka Daha (4) dan Pinceana Kaka (2) yang kini disemayamkan di rumah keluarganya di Kampung Rannu, Desa Ate Dalo, sekitar 2 km dari lokasi kejadian bencana alam.
Sedangkan seorang korban meninggal dunia lainnya adalah anak dari saudara almahrum Debora Bali Mema yang kini disemayamkan keluarga di kampung orang tuanya.
Demikian permintaan Semuel Deta Holo yang diwawancari POS-KUPANG.COM di rumah duka di Kampung Rannu, Desa Ate Dalo, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, Sabtu 29 April 2023 sore.
Baca juga: Korban Puting Beliung di Kodi Sumba Barat Daya Minta Bantuan Sembako dan Terpal
Semuel menjelaskan, terus saja, kami orang susah apalagi kejadian ini datangnya tiba-tiba membawa korban empat orang meninggal dunia. Saat ini suami korban sedang merantau di Bima, NTT dan sedang dalam perjalanan pulang ke Sumba setelah mendapat kabar buruk ini.
Karena itu sangat berharap pemerintah daerah dapat membantu proses penguburan keempat anggota keluarganya.
Ia menambahkan, saat kejadian Debora Bali Mema tinggal bersama enam orang anaknya ditambah satu anggota keluarganya dan dua anak lainnya dari tetangga sekitar.
Baca juga: DPRD Sumba Barat Daya Desak Cepat Tangani Korban Puting Beliung di Kodi
Begitu mendengar bunyi gemuruh memekakan telinga, korban sempat lari keluar rumah, namun ia kembali masuk kedalam rumahnya hendak mengambil anaknya.
Namun naas menimpahnya setelah rumah miliknya dihantam angin puting beliung ditambah datang sebuah pohon kelapa menimpah bangun itu hingga jatuh rata tanah.
Baca juga: UPDATE Korban Puting Beliung di Kodi Sumba Barat Daya, 4 Meninggal Dunia, 4 Masih Dirawat
Korban bersama kedua anaknya meninggal dunia akibat tertindas bangunan termasuk anak dari saudaranya. Sedangkan dua anak lainnya kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan dua orang anak lainnya kini tinggal bersama neneknya.
Sementara itu, dua anak tetangga yang saat itu ada bersama korban menderita luka patah paha kiri dan seorang anak lainnya luka telapak kaki dan perut kini dirawat keluarga di kampungnya.
Seperti disaksikan POS-KUPANG.COM di rumah duka di Kampung Rannu, Desa Ate Dalo, sekitar 2 km ke arah barat dari lokasi kejadian bencana alam, tempat ketiga korban meninggal dunia yakni ibu Debora Bali Mema bersama dua anaknya disemayamkan nampak sepi.
Terlihat beberapa ibu dan sejumlah anggota keluarga lainnya dengan wajah sedih meratapi ketiga korban terbujur kaku yang dibaringkan didalam sebuah rumah sederhana beratap ilalang dan berlantai tanah. Mereka sepertinya tak yakin dan tak percaya akan kepergian ketiga korban yang begitu cepat untuk selama-lamanya. Ditengah ketakberdayaan itu, keluarga berharap pemerintah dapat membantu proses penguburan ke-4 korban meninggal dunia akibat terjangan angin puting beliung itu. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.