Berita Kabupaten Kupang

DPO Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang Ditangkap

Yefer Maksimadel Laitabun dengan pidana penjara selama 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 50.000.000, subsidair 6 bulan kurungan

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
PENANGKAPAN - Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi NTT yang dipimpin oleh Noven V. Bulan, SH., MH, selaku Kasi B Kejati NTT, berhasil menangkap DPO Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Tim Tangkap Buron atau Tabur Kejaksaan Tinggi NTT yang dipimpin oleh Noven V. Bulan, SH., MH, selaku Kasi B Kejati NTT, berhasil menangkap DPO tindak pidana korupsi Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang.

Penangkapan terpidana Yefer Maksimidel Laitabun berlangsung Senin 20 Maret 2023, sekira pukul 19.00 wita, 
di Kecamatan Kupang Tengah, saat terpidana bermaksud melarikan diri ke Kabupaten Belu

Kepala Seksi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim dalam keterangan tertulisnya menyebut, penangkapan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 613K/Pid.Sus/2015 tanggal 25 April 2015.

Baca juga: NTT Memilih, 11 Dosa Pantarlih yang Tidak Patuh Saat Coklit Data Pemilih di Kabupaten Kupang

Putusan itu juga menghukum Terpidana Yefer Maksimadel Laitabun dengan pidana penjara selama 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 50.000.000, subsidair 6 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp. 130.741.000.

"Apabila terpidana tidak membayar uang pengganti tersebut maka seluruh harta kekayaannya akan disita guna menutupi uang pengganti tersebut atau pidana  penjara selama 1 tahun penjara," kata Abdul. 

Yefer Maksimidel di bui gegara melakukan tindak pidana korupsi penyetoran dana hasil penagihan setoran pinajam di desa Uitiuhtuan, Kecamatan Semau SelatanKabupaten Kupang

"Terbukti terpidana dalam Dakwaan Subsidair melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi," ujarnya. 

Abdul mengatakan, terpidana dikeluarkan demi hukum pada tanggal 15 Mei 2015, sebelum adanya penetapan penahanan dari Mahkamah Agung RI diterima oleh Penuntut Umum  Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang.

Baca juga: NTT Memilih, Bawaslu Kabupaten Kupang Gelar Media Gathering Bersama Awak Media

"Sehingga pada saat proses upaya hukum terpidana Yefer Maksimadel Laitabun berada di luar tahanan, dan setelah adanya Putusan Mahkamah Agung tersebut, yang bersangkutan tetap berada di luar tahanan," ujarnya. 

Menurutnya, ketika hendak dilakukan eksekusi oleh Jaksa eksekutor, terpidana melarikan diri dan ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ia diburu lebih dari 8 tahun lamanya. Diketahui, terpidana sendiri baru menjalani hukuman selama 9 bulan. 

"Kami menghimbau kepada seluruh Pelaku Kejahatan untuk segera menyerahkan diri, karena tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," kata Abdul. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved