KKB Papua
Kepolisian Terus Dalami Asal Usul Surat yang Diserahkan KKB Papua ke Pilot Susi Air di Distrik Jila
Penyerahan surat oleh KKB itu diketahui dari sebuah video berdurasi beberapa menit yang sudah berhasil dimiliki Kepolisian.
POS-KUPANG.COM - Aparat Kepolisian masih terus mendalami asal surat yang diserahkan oleh oknum Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kepada seorang pilot Susi Air yang sedang mendarat di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis 16 Maret 2023.
Penyerahan surat oleh KKB itu diketahui dari sebuah video berdurasi beberapa menit yang sudah berhasil dimiliki Kepolisian. Surat tersebut diduga diserahkan oleh salah satu pimpinan KKB.
Kaops Damai Cartenz, Kombes Faizal Ramadhani mengatakan bahwa surat yang dititipkan kepada Pilot asal Afrika Selatan itu berisikan beberapa permintaan terkait penyanderaan Kapten Philip Mark Marthens yang dilalukan oleh kelompok pimpinan Egianus Kogoya beberapa waktu lalu.
Untuk memastikan asal usul surat tersebut, pihak Kepolisian sedang berusaha untuk meminta konfirmasi dari pilot Susi Air yang menerima surat tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga tahun 2019 Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sempat dihuni KKB, namun polisi akan kembali menyelidiki lokasi tersebut.
Surat tersebut diberikan kepada pilot asing berinsial LR yang merupakan warga negara Afrika Selatan.
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani mengungkapkan, proses penyerahan surat tersebut juga terdokumentasi dalam sebuah video yang didapatkan oleh aparat keamanan.
"Hari ini kami mendapat informasi bahwa pilot dari Susi Air yang menjalani penerbangan dari Timika ke Distrik Jila, kemudian dari salah satu KKB menitipkan surat," ujarnya di Mimika, Kamis.
Baca juga: KKB Papua - Pilot Susi Air Terima Surat dari KKB Papua, Isinya Bikin Merinding
Dalam video tersebut, tampak seseorang yang diduga merupakan pimpinan dari kelompok tersebut, memberikan surat yang dibawa menggunakan kantung plastik merah dan diberikan kepada LR.
Faizal menyebut, dari video tersebut terlihat salah satu anggota KKB memegang sebuah senjata api laras panjang.
Ia menegaskan, dalam proses penyerahan tersebut, pilot tidak mendapat perlakuan kasar dan ia dilepas begitu saja setelah surat diberikan.
"Tidak ada penahanan, setelah surat diberikan mereka melepas pilot yang saat ini sudah kembali ke Timika," kata Faizal.
(kompas.tv/kompas.com)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.