Berita Kabupaten Kupang

Kondisi SMPN 5 Satap Amabi Oefeto Memilukan, Siswa Belajar di Lantai Becek

bagi dirinya karena selain jaranya dekat dia tidak perlu capek-capek berjalan 10 Km setiap hari untuk sekolah di Oesao.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
KELAS - Suasana belajar siswa kelas IX SMPN 5 Satap Amabi Oefeto yang belajar dalam kondisi lantai tanah yang becek. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Puluhan siswa SMPN 5 Satu Atap Amabi Oefeto di Desa Fatuteta, Kanbupaten Kupang, memilukan. Kondisi hujan membuat banjir melanda sekolah tersebut dan menggenangi ruang kelas dan kantor sekolah.

Saat disambangi Pos Kupang, Senin 13 Februari 2023 anak-anak harus belajar diatas lantai tanah yang becek akibat hujan terus menerus sepekan terkahir.

Beberapa bagian dinding sekolah yang terbuat dari bebak gewang nampak mulai jebol akibat termakan usia bahkan beberapa bagian bolong dan hanya diselipkan potongan bambu untuk menutupi bolong tersebut.

Baca juga: Terjebak Banjir, Mobil Dump Truck Dievakuasi Pemilik dan Warga di Kali Tuahanat Kabupaten Kupang

Gedung darurat yang dibangun sejak tahun 2017 tersebut secara swadaya oleh masyarakat dengan dibangun per tahap setiap tahun.

Bagian belakang sekolah yang masih dipenuhi dengan semak belukar dan rumput selalu becek karena rembesan air tanah yang banyak akibat hujan.

"Kami tidak nyaman, kalau hujan air masuk lewat celah-celah dinding," ujar ketua kelas IX Aser Neno.

Terkadang kata dia bila hujan sudah terlalu deras air akan masuk dan menggenangi ruang kelas mereka sehingga kegiatan belajar jadi tidak nyaman.

"Kalau air masuk nanti lumpur jadi kadamg kami duduk dempet-dempat di bagian yang agak kering," timpal Marvin Amheka teman sebangku Aser.

Baca juga: Kabupaten Kupang, Pertama Lakukan Ukom Bagi Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas

Namun bagi mereka senagau anak petani tidak punya oikihan lain selain bersekolah karena itu merupakan sekolah yang paling dekat.

Dulu kata mereka sebelum adanya sekolah ini, kakak-kakak mereka bersekolah di SMPN 1 Kupang Timur di Oesao yang jaraknya 5 Km.

"Kami tidak tau bawa motor, syukur ada sekolah yang dekat, biar masih darurat tapi ini hasil kerja orang tua kami," ungkap anak ketua Komite Yeni Amnahas.

Meskipun bangunan sekolah mereka darurat namun tidak mempengaruhi aktifitas belajar mereka. Mereka mengaku nyaman belajar karena guru-guru mereka menyenangkan.

Salah satu siswa Dominggus Mone mengaku tahun lalu banyak teman-teman yang baru tamat SD memilih bersekolah di luar karena sekolah mereka jelek.

Namun tidak masalah bagi dirinya karena selain jaranya dekat dia tidak perlu capek-capek berjalan 10 Km setiap hari untuk sekolah di Oesao.

Hal itu juga ditimpali Wasti Koro siswa lainnya yang mengaku meskipun gedung sekolah mereka darurat tapi fasilutas sekolah masih cukup memadai agar mereka bisa belajar.(ary)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
 

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved