Rabu, 8 April 2026

Berita Kota Kupang

Ketua LPM NTT Harap Masyarakat Aktif Cegah Penyebaran ASF

strategi yang di lakukan untuk meminimalisir virus ASF adalah dengan menyemprotkan desinfektan ke kadang babi.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO
TERNAK BABI - Petugas karantina pertanian sedang melakukan pemeriksaan ternak babi di kapal laut.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Lembaga Pendamping Masyarakat Nelayan, Tani Dan Ternak (LPM - NTT) Marianus Wihelmus Lawe, berharap masyarakat aktif untuk mencegah penyebaran African Swine Fever atau ASF atau flu babi

Menurut dia, kajian dari Kementrian Pertanian RI mengidentifikasi penyebab masuknya virus ASF itu berkaitan dengan kegiatan masyarakat seperti  pemasukan daging babi dan produk babi lainnya. 

"Sisa-sisa katering transportasi internasional baik dari laut maupun udara dan orang yang terkontaminasi virus ASF, serta kontak dengan babi di lingkungannya," kata Lawe dalam keterangan tertulisnya, Senin 13 Februari 2023. 

Baca juga: Hadirkan Mesin Electronic Data Capture, Bank NTT Memudahkan Transaksi Cashless di Kota Kupang

Atas kajian itu, LPM-NTT menawarkan solusi pencegahan penyebaran Virus ASF. Lawe menyebut penelitian pemberantasan atau penuntasan penularan virus. 

Selain itu, konsep Peternakan terintegrasi dengan Komoditas peternakan lokal, sebagai bahan baku pakan untuk memastikan kulitas. 

Ada juga mendorong unit usaha pengolaan pakan yang berkualitas di desa, sehingga peternakan rakyat dapat menjadi usaha peternakan modern yang mandiri. 

"Kepastian tersedianya obat-obatan untuk ternak," sebut dia. 

Dikutip dari pemberitaan POS-KUPANG.COM, Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat 329 ekor Babi positif terjangkit African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika hingga bulan Februari 2023. 

Baca juga: Nama Calon Dirut Permuda Air Minum Kota Kupang Masih Dirahasiakan 

Kepala  Bidang Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Timur  drh. Melky Angsar menyampaikan ini,  kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 11 Februari 2023.

Ia menyampaikan bahwa, strategi yang di lakukan untuk meminimalisir virus ASF adalah dengan menyemprotkan desinfektan ke kadang babi.

“Sejauh ini yang dilakukan untuk mengantisipasi virus ASF  adalah penyemprotan disinfektan  kepada kandang babi dan biosecurity,” katanya.

Selain itu, kata dia, telah diberikan himbauan kepada peternak babi untuk memisahkan babi yang telah terkena Virus ASF dan babi yang masih sehat.

“Jika sudah melihat tanda tanda hewan sakit, seperti tidak mau makan, kemudian tidur saja ini sudah pasti hewan ini sakit. Yang harus dilakukan peternak adalah segera melapor kepada petugas untuk dilakukan penyuntikan vitamin bukan langsung dipotong atau dijual dengan harga murah,” ujarnya. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved