Berita Flores Timur

Elektabilitas Naik Jelang Pilkada Flores Timur, Agus Boli Belum Pastikan Maju

Dari empat kandidat terbaik itu, elektabilitas Agustinus Payong Boli masih tertinggi yaitu 44,3 persen dari 1279 suara.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Agustinus Payong Boli saat mengikuti acara bersama warga di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Poling atau survei tentang figur Bupati Flores Timur 2024-2029 menempatkan Agustinus Payong Boli menduduki peringkat teratas dari sejumlah kandidat potensial lainnya.

Dari total 363 responden, Mantan Wakil Bupati Flores Timur periode 2017-2022 ini mencatat 188 suara atau 51,8 persen. Sementara posisi kedua ada Antonius Doni Dihen 80 suara, Antonius Gege Hadjon 35 suara, Lukman Riberu 28 Suara, Stefanus Ola Demon 24 suara, Petrus Keron 5 suara, dan Yosep Nani betan urutan terakhir 3 suara.

Sebelumnya, Polingkita.com juga mencatat hasil survei perihal calon Bupati Flores Timur 2024 asal Adonara. Dari empat kandidat terbaik itu, elektabilitas Agustinus Payong Boli masih tertinggi yaitu 44,3 persen dari 1279 suara.

Sementara Stefanus Ola Demon 33,5 persen, Anton Doni Dihen 19,1 persen, dan Keron Petrus 3,2 persen. Kendati bukan mencakup akumulasi keseluruhan pemilih, namun beberapa orang percaya bahwa hasil poling merupakan pengumpulan data secara ilmiah.

Baca juga: Ikuti Aturan Pusat, Pemda Flores Timur Terpaksa Berhentikan Tenaga Kontrak Daerah

"Meski memakai sampel, hasilnya dimaksudkan untuk dapat digeneralisasikan pada populasi yang luas. Jadi kesimpulannya poling itu ilmiah," komentar akun facebook Gorge Rius dengan menyertakan pendapat ahli, Eriyanto 1999:75.

Di tengah maraknya nama-nama bakal Calon Bupati Flores Timur yang dideklarasikan sejumlah partai politik lengkap dengan baliho besar di sudut-sudut Kota Larantuka, Agus Boli nyatanya belum buka suara soal kesiapannya maju menjadi orang nomor satu.

Saat diwawancarai wartawan, Sabtu 28 Januari 2023 sore, mantan Wakil Bupati periode 2017-2022 yang juga politisi Partai Gerindra mengatakan bahwa poling yang diselenggarakan mastarakat menandakan dinamika politik yang sehat dan menghibur.

Baca juga: Kejari Flores Timur Hentikan Kasus Penganiayaan Korban dan Tersangka

"Untuk maju, saya no komen. Tetapi bagi saya, itu adalah dinamika politik yang sehat dalam perpolitikan berbudaya. Artinya mastarakat mulai sadar politik dan terlibat, karena politik itu milik masyarakat bukan para calon," ujarnya sambil tersenyum.

Menurutnya, elektabilitas tertinggi dari para kandidat adalah berbaur dengan masyarakat akar rumput, dari pada survei tim pemenang tanpa kantongi hasil maksimal.

"Saya lebih percaya pada survei saya sendiri dengan metode berbaur. Sample responden yang saya ambil minimal 60 persen, misalkan 100 pemilih maka yang diobservasi adalah minimal 60 orang sehingga saya langsung ukur berapa orang yang dukung saya by name by adress. Dari pada ditipu tim sukses bilang kuat tapi akhirnya kalah dan rugi politik, rugi ekonomi dan rugi sosial," tandasnya.

Ia mengaku sejauh ini berpolitik secara matematis ilmiah, dengan metode Analisis SWOT. Ia mengklaim metode itu sudah terbukti selama dirinya terjun di dunia politik selama 20 tahun terakhir, mulai dari menjadi anggota DPRD dua periode hingga Wakil Bupati Flores Timur bersama Antonius Gege Hadjon. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved