Kapal Wisata Tenggelam

Bupati Manggarai Barat Minta KSOP Cabut Izin Operasi Kapal Tiana Liveboard

Bupati Edistasius Endi mengatakan, terkait izin kapal paket wisata di Labuan Bajo kewenangan sepenuhnya ada pada pemerintah pusat

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi meminta KSOP mencabut izin dari KLM Tiana Liveboard yang tenggelam di Perairan Batu Tiga, kawasan Taman Nasional Komodo. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi secara tegas meminta agar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mencabut izin kapal wisata KLM Tiana Liveboard.

Menurut Bupati yang akrab disapa Edi Endi itu, kasus tenggelamnya kapal wisata KLM Tiana Liveboat telah mencoreng citra pariwisata Labuan Bajo.

"Segera cabut izin kapal, juga pihak agent tidak diperkenankan lagi beroperasi di wilayah Labuan Bajo. Pemda dan masyarakat Manggarai Barat sangat dirugikan akibat ulah dari oknum tersebut," tegas Edistasius Endi, Rabu 25 Januari 2023.

Pihaknya juga berharap kepolisian segera memproses oknum-oknum yang menjalankan praktek pariwisata secara ilegal di Labuan Bajo, sehingga kedepan tidak terjadi lagi kejadian serupa.

Baca juga: Wisatawan Korban Kapal Tenggelam Polisikan Pemilik KLM Tiana dan Agen Travel di Labuan Bajo

Berdasarkan informasi yang ia terima dari Dinas Pariwisata, kantor dari pemilik kapal Wisata TLM Liveboard berada di Bali.
Hal semacam ini menurutnya merupakan modus operandi pihak agent travel, karena kasus serupa sudah berulang kali terjadi.

Bupati Edistasius Endi mengatakan, terkait izin kapal paket wisata di Labuan Bajo kewenangan sepenuhnya ada pada pemerintah pusat melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebelumnya, pemda juga telah bersuara ke Kemenparekraf soal penataan izin kapal wisata.

"Kita mendorong agar kementerian pariwisata baik melalui BPOLBF turun secara langsung untuk menjadi lokomotif pariwisata, sehingga apa yang diharapkan bisa terlaksana," ujarnya.

"Tentu kementrian kemudian akan memverifikasi mana agent yang bertanggungjawab atau wanprestasi. Namun harapan itu belum terlaksana," tambahnya.

Diakatakan Pemerintah Manggarai Barat berharap kasus tenggelamnya kapal wisata KLM Tiana Liveboard menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk segera menerapkan usulan terkait agent yang menjual paket wisata di Labuan Bajo.

"Terutama agar segera di inventarisir, diberi penyuluhan, edukasi oleh pemerintah pusat. Sehingga kedepannya tidak ada lagi agent yang mencoreng aktivitas pariwisata di Labuan Bajo," ujarnya.

- Kemenparekraf Tingkatkan Pengawasan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebutkan bahwa kapal wisata KLM Tiana yang tenggelam di Labuan Bajo pada Sabtu 21 Januari 2023 memang tidak layak berlayar. Ia mengaku telah menindaklanjuti kejadian tersebut.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved