Breaking News:

Berita Alor

Polri Kembalikan Tanah Warga Kecamatan Abad Selatan Alor

Karel mengaku heran dengan pihak-pihak yang entah datang dari mana dan mengaku bahwa tanah tersebut adalah milik mereka.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ELSE NAGO
PENGEMBALIAN TANAH - Kapolres Alor mewakili Institusi Polri dan Kapolda NTT, mengembalikan tanah hibah milik warga Kecamatan Abad Selatan, Kabupaten Alor disaksikan oleh jajaran Polres, warga dan pemilik tanah, serta awak media di Kantor Polres Alor, Jl. Ahmad Yani, Kalabahi Kota, Senin 24 Januari 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago

POS-KUPANG.COM, KALABAHI – Institusi Polri, dalam hal ini Kapolda NTT Irjen Pol Johanis Asadoma melalui Kapolres Alor, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M secara resmi mengembalikan tanah hibah seluas 18 Hektar yang diberikan oleh warga Kecamatan Abad Selatan, Kabupaten Alor.

Pengembalian tanah ini dilakukan karena ada pihak yang mengaku memiliki tanah tersebut dan melapor bahwa mereka keberatan untuk dihibahkan kepada Polri.

Atas aduan tersebut, Polres Alor mengundang Camat Abad Selatan sekaligus tetua dan pemilik tanah untuk mengembalikan secara resmi tanah tersebut di kantor Polres Alor, Jl. Ahmad Yani, Kalabahi Kota, Selasa 24 Januari 2023.

Baca juga: Sukseskan Pemilu 2024, KPU Alor Laksanakan Tahapan Pemilu

Pada kesempatan tersebut Kapolres menjelaskan maksud pengembalian, agar tidak timbul konflik antara Polri dan pemilik lahan. Kapolres ingin agar tanah tersebut dibicarakan terlebih dahulu antara pemilik. 

“Menindaklanjuti lahan yang pada beberapa bulan yang lalu diserahkan warga kepada bapak Kapolda NTT,  yang pada hakekatnya adalah penyerahan lahan kepada institusi polri hanya saja waktu itu yang menerima adalah bapak Kapolda NTT. Kehadiran Polri dalam hal ini Polres Alor dan Polsek Abad Selatan adalah bagian dari bagaimana kita bisa memberikan rasa aman pada masyarakat. Saat ini pembangunan di Kabupaten Alor, khususnya dalam ketertiban dan keamanan masyarakat baru sampai Polsek Abad. Untuk Abad Selatan baru berbentuk Pos Pol,” ujar  Ari.

Lebih lanjut Ari menerangkan bahwa pada dasarnya Polri tidak memiliki anggaran untuk membeli lahan.

“Untuk membangun perkantoran Polsek salah satu yang dibutuhkan adalah lahan. Sementara di Polri untuk pengadaan atau pembelian lahan tidak dianggarkan. Artinya di semua tempat itu memerlukan partisipasi dari masyarakat untuk pengadaan lahan. Saya mewakili bapak Kapolda NTT mengucapkan apresiasi setinggi tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Abad Selatan. Tetapi harus ingat kembali bahwa kehadiran Polri menciptakan keamanan dan ketertiban jangan sampai Polri menjadi sebaliknya,” jelas Ari.

Baca juga: Kemenag Alor Lantik Kepala Seksi Bimas Katolik

Demikian Ari mengatakan bahwa pihaknya tidak mau menerima lahan yang masih belum sepakat antara pemiliknya. Pengembalian ini diharapkan adanya pembicaraan ulang secara bersama. Walaupun suatu saat dihibahkan kepada Polri, tanah tersebut sudah jelas dan tidak dipermasalahkan lagi. 

“Kami tidak mau lahan yang diberikan kepada kami ternyata masih belum sepakat antara kepemilikannya. Amanat bapak Kapolda NTT tanah tersebut dikembalikan saja. Kalau memang nanti sudah ada kesepakatan silahkan dibicarakan dulu baik-baik. Dengan adanya perubahan dan konflik itu juga tidak bagus, kalau dikembalikan kecewa juga itu tidak bagus. Untuk itu asal usulnya harus jelas, harus disepakati dulu jangan sampai ada satu pihak yang keberatan. Saya berharap setelah pengembalian tidak ada lagi titik permasalahan yang timbul,” terang Ari.

Sementara itu, Karel Karpada selaku pemilik tanah dan tetua di Kecamatan Abad Selatan mengatakan bahwa dirinya menghibahkan tanah tersebut bukan atas pribadi melainkan mewakili 7 desa. “Kami memberikan tanah ini untuk pembangunan Polsek. Pemberian tanah ini bukan hanya saya pribadi tetapi mewakili 7 desa yang ada di Abad Selatan. Saya pemilik tanah ini dan ini saya lakukan untuk kepentingan bersama,” tegas Karel.

Karel mengaku heran dengan pihak-pihak yang entah datang dari mana dan mengaku bahwa tanah tersebut adalah milik mereka.

Baca juga: KPU Alor Tegaskan Tak Ada Titipan dalam Seleksi PPS

“Pengembalian ini saya terima, saya siap jika dipanggil  (atas aduan keberatan hibah tanah)” kata Karel.

Adapun Sony Kaimat selaku Camat Abad Selatan menuturkan dirinya sebagai pemerintah kecamatan bertanggung jawab memfasilitasi pengembalian tanah ini.

“Secara pemerintah kita fasilitasi untuk pengembalian ini. Beberapa waktu yang lalu ada pihak-pihak yang buat pengaduan ke Polres terkait hibah ini. Mungkin beberapa waktu kedepan kami akan dipanggil, dan kami siap menyelesaikan masalah tersebut secara baik. Memang kami Kecamatan Abad Selatan ini secara geopolitik berbatasan dengan Timor Leste. Jadi mau tidak mau keamanan kami harus dijaga secara baik. Keikhlasan warga ini hibah tanah untuk pembangunan Polsek, tetapi ada yang mempermasalahkan kita akan proses ini sesuai hukum yang berlaku,”  tutur Sony

Penyerahan tanah ditandai dengan penyerahan berita acara pengembalian tanah. Berita acara tersebut ditandatangani oleh Kapolres dan juga pihak-pihak yang menghibahkan tanah disaksikan oleh jajaran Polres, warga Abad Selatan yang hadir, dan awak media. (cr19)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved