Berita Kupang

Dituduh Pungli, Pengelola Parkir Pasar Lili Kabupaten Kupang Laporkan Akun FB Ariny Mbura ke Polisi

Untuk pengelolaan Pasar Lili secara keseluruhan, ada 3 dinas yang bertanggungjawab, Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Peternakan, dan Dinas Perhubungan

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
LAPOR POLISI - Maulido Reke (56) Warga Kelurahan Camplong menunjukkan laporan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik melalui akun Facebook, Rabu 18 Januari 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Merasa menjadi korban pencemaran nama baik melalui akun media sosial Facebook, Maulido Reke (56) Warga Kelurahan Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang membuat laporan ke Polda NTT.

Dalam laporan polisi Nomor : LP/B/27/I/2023/SPKT Polda NTT, Maulido melaporkan akun Facebook bernama Ariny Mbura yang telah menyebarkan postingan yang telah menyerang pribadi dan keluarganya.

Dalam hal ini akun Ariny Mbura membuat postingan yang sama dengan membagikannya pada tiga grup facebook antara lain Grup FORUM KOTA KUPANG, viktor lerik (veki lerik) bebas bicara bicara bebas (VLBB), dan Grup FLOBAMORATA TABONGKAR.

Baca juga: Babi Mati di Naibonat Kabupaten Kupang Terkonfirmasi Positif ASF

Berikut isi postingannya.

"Oknum Dinas perhubungan kab. Kupang yang bernama Bapak Maulido Reke, Ingat Bapa Pasar Lili Camplong itu bukan Milik Perorangan yang selama ini bapa Klaim Bahwa Pasar Lili itu Milik Bapa. Selama Bertahun2 Bapa Maulido hanya setor ke Dinas terkait hanya Rp. 2.000.000 per tahun sedangkan hasil memeras masyarakat itu sangat banyak pemasukannya. Di saat masyarakat setempat hanya mengadu ke Bupati dan DPR agar pengolahan Pasar Lili dikelola dgn Bijak dan masyarakat merasa aman tenang daru Pungli yang Bapa lakukan. Bapa Maulido malah Ngotot dan Klaim Pasar Lili itu Milik Bapa semata. Mohon Pemerintah Kab. Kupang agar serius mendengar keluhan masyarakat yg berjualan di Pasar Lili daripada mendengar oknum Maulido Reke ini. Dan kepada Media2 untuk terus memberitakan kebobrokan pasar2 yang ada di Kab. Kupang mengingat yang kelola pasar ini adalah oknum2 yang tidak bertanggungjawab. Terima kasih."

Kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 18 Januari 2023, Maulido Reke mengatakan postingan tersebut sangat merendahkan harkat dan martabatnya secara pribadi serta berdampak pada keluarganya.

Baginya terkait pengelolaan Pasar Lili, dirinya sebagai pengelola parkiran saja di Pasar Lili berdasarkan kontrak perjanjian kerja bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang.

Baca juga: 16 Mahasiswa Unwira Kupang Jalani KKN di Desa Noelbaki Kabupaten Kupang

Sedangkan untuk pengelolaan Pasar Lili secara keseluruhan, ada tiga dinas yang bertanggungjawab antara lain Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Peternakan, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang.

Setiap dinas teknis punya tugas masing-masing, Dispenda untuk menarik retribusi lapak pasar, sedangkan Dinas Peternakan menarik retribusi untuk ternak yang dijual di Pasar Lili seperti Sapi, Babi, dan Kambing.

Sedangkan untuk lahan parkiran, dikelola oleh Dinas Perhubungan melalui perjanjian kerja dengan Maulido sebagai pengelola parkir Pasar Lili.

"Saya sudah mengelola parkiran Pasar Lili sejak 2005 hingga sekarang, dari yang awalnya sepi, hingga sekarang sudah ramai, dan penghasilannya tidak seperti pasar lain karena jadwalnya mingguan saja, satu hari dalam satu minggu yang ramai, sedangkan hari lainnya sepi," jelas Maulido.

Baca juga: Berang Banyak ASN Kabupaten Kupang Tak Ikut Apel Kesadaran, Wabup Minta Diberikan Sanksi

Setiap tahunnya, Maulido mengaku menyetor uang pengelolaan parkir Pasar Lili ke Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang sebesar Rp 2.304.000, sedangkan urusan lapak dan ternak bukan kewenangannya.

"Untuk retribusi parkiran di Pasar Lili, kami hanya menarik dari kendaraan dari luar seperti Kupang, atau lintas daratan Timor saja sesuai karcis yang dicap oleh Dinas Perhubungan, sedangkan warga setempat atau orang pasar dari wilayah Bena, maupun Amarasi, Fatuleu, Camplong, dan sekitarnya, kami bebaskan dari retribusi parkir," tegas Maulido.

Baginya untuk pengelolaan parkir, ada 10 pekerja orang yang menggantungkan hidup pada lahan parkiran Pasar Lili, dan setoran kepada dinas Perhubungan selalu terpenuhi sesuai ketentuan kontrak.

Pihaknya menyayangkan postingan akun yang sengaja ingin merusak martabatnya tersebut dengan membuat postingan yang merugikan dirinya dan keluarganya.

Pihaknya juga meminta oknum yang berambisi untuk mengelola parkir di Pasar Lili, agar meminta secara baik-baik kepada Dinas Perhubungan agar menyelesaikan kontrak kerja dengan dirinya secara baik dan tidak ada pihak yang dirugikan. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved