Berita Kupang

Warga Naitae Minta Bongkar Jembatan Siumate, Ini Tanggapan DPRD NTT

Selama proses pekerjaan pemerintah bahkan PT. WASKITA tidak mendegar masukan mereka untuk membuat jembatan model tiang dan gelagar.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Ketua DPRD NTT dan Komisi IV DPRD NTT saat meninjau sungai Siumate di desa Naitae Fatuleu Barat yang meluap dan merusak 31 rumah milik warga. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Jembatan Siumate yang tersumbat batang pohon dan bambu membuat 31 rumah warga Naitae geram dan meminta pemerintah membongkar jembatan tersebut.

Pendeta Viktor Toto yang melayani jemaat GMIT Efrata Siumate dihadapan Komisi IV DPRD NTT dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Anis Mase, Kamis 29 Desember 2022 mengungkapkan kekecewaan atas model jembatan tersebut.

Kata dia selama proses pekerjaan pemerintah bahkan PT. WASKITA tidak mendegar masukan mereka untuk membuat jembatan model tiang dan gelagar.

Akibatnya mereka yang harus menanggung akibat tersumbat jembatan dengan model gorong-gorong tersebut yang membuat sungai berpindah alur dan menyebabkan puluhan rumah rusak.

"Kami ini dilema, kami senang ada jembatan namun kecewa karena jembatan ini yang membuat kami terkena musibah. Disatu susi pembangunan baik tapi sisi lain sangat membuat lami menderita karena model jembatan yang dibuat," ujar Pendeta Viktor.

Warga Naitae Yes Fetmoes mengungkapkan penyebab banjir tersebut karena hujan deras dan subgai meluap membuat banjir besar yang turun beserta sampah pohon dan kayu.

Hal itu membuat Aramco atau gorong-gorong tersumbat  dan akhir nya terjadi perpindahan sungai.

"Ini bukan seperti yang kemarin-kemarin yang hanya sebatas sungai meluap dari tanggul tapi ini jelas perpindahan arus sungai lewat pemukiman warga," terangnya.

Sebelumnya pad tanggal 25 Desember 2022 sekitar jam 8 pagi juga sempat terjadi luapan arus sungai sehingga merusak tanggul di bagian Duaun Uel.

"Taggal 26 dan 27 Desember 2022 kami warga bersama pemerintah desa dan kecamatan telah melakukan kerja bakti  pembersihan gorong-gorong tapi tanggal 28 tersumbat lagi dan hasil akhirnya seperti ini yang kmi alami tadi malam," ungkapnya.

Banjir tersebut kata dia sempat membuat beberapa warga terluka karena berusaha menyelamatkan diri dari banjir.

Warga harus lari dalam kegelapan malam sambil melawan banjir ada kayu dan pohon berduri yang dibawa banjir  dari hutan

Menanggapi itu Nelson Matara Anghota Komisi IV DPRD NTT menegaskan kehadiran mereka adalah untuk mencari solusi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved