Berita Kota Kupang

Natal Bersama Siswa Seminari Mataloko Regio Timor, Romo Isto: Seminari tak Cuma Soal Intelektualitas

Perayaan ini dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Petrus Rasul TDM Kupang, RD Enos Dau, didampingi oleh Pastor Pembina Seminari Mataloko

Penulis: Paul Burin | Editor: Eflin Rote
ISTIMEWA
SISWA – Para siswa Seminari Mataloko saat mengikuti Natal Bersama di Liliba, Kupang, Kamis, 29 Desember 2022. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG –  Lembaga Pendidikan Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, Flores, tak hanya menekankan aspek intelektualitas semata, namun fokus pula pada pembinaan karakter siswa, keimanan dan kemasyarakatan. Dengan demikian, dapat menghasilkan siswa yang memiliki paduan kepribadian yang berimbang antara intelektualitas dan karakter.

Hal ini disampaikan pastor pembina seminari ini, RD Isto Dua, saat memberikan sambutan pada Natal Bersama Orang Tua dan Siswa Seminari Mataloko Regio Timor di kediaman salah satu orang tua, Ayub Demung, S.T, di Liliba, Kota Kupang, Kamis, 29 Desember 2022. Hadir puluhan siswa sekolah ini, para orang tua dan umat Wilayah V Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba. Tema Natal Bersama ini, yakni Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain (Matius 2:12).

Perayaan ini dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Petrus Rasul TDM Kupang, RD Enos Dau, didampingi oleh Pastor Pembina Seminari Mataloko, RD Isto Dua.

Romo Isto yang secara khusus hadir di Kupang untuk mengikuti Natal Bersama ini menjelaskan bahwa seminari ini telah berusia 93 tahun dengan jumlah siswa 635 orang. Para alumni telah menyebar hampir di seluruh dunia. Sebagian menjadi imam,  lainnya menjadi awam. 

Romo Isto mengatakan, membina anak-anak, tak gampang. Memahami setiap anak dengan karakter masing-masing merupakan tugas seorang pembina. Ia menyebut banyak suka-dukanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang tergabung dalam Persatuan Orang Tua (POT) Siswa Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko Regio Timor, yang telah memercayakan anak-anaknya mengikuti pendidikan pada lembaga calon imam ini. Romo Isto juga mengatakan bahwa anak-anak dari Regio Timor punya prestasi yang bagus-bagus. Rata-rata masuk dalam lima besar di kelasnya. Sesuatu yang membanggakan.

Ia juga berpesan kepada anak-anak untuk  terus berprestasi baik, selain terus membangun karakter diri. “Gunakan waktu liburan sebaik mungkin untuk kegiatan-kegiatan yang positif. Juga dapat bersama orangtua,” katanya.

Romo Enos Dau,  menyampaikan  proficiat untuk anak-anak yang sudah memilih untuk bergabung  pada seminari ini. Kepada orang tua dan umat agar terus mendoakan  panggilan mereka. Sebab panggilan itu pada dasarnya adalah “panggilan” dari Tuhan. Karena itu patut dijawab dan dijalankan.
 Penasihat POT Regio Timor, Drs. Kristo Blasin ketika memberikan sambutan meminta agar anak-anak  diberi ruang dalam menikmati kesalahan. Biarkan anak hidup tidak dalam tekanan, suasana belajar yang bahagia dan merdeka supaya dapat menghasilkan orang-orang baik di kemudian hari, tapi tidak menjadi orang munafik.

Ayub Demung dan Linda Uta, yang dua orang putranya mengenyam pendidikan pada  seminari ini menyampaikan terima kasih kepada  pastor pembina dan para pastor lain atas waktu dan kesempatan bagi anak-anaknya maupun siswa Regio Timor untuk bersekolah di lembaga ini. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada orang tua yang telah membangun kekompakan pada wadah POT ini. Pun kepada umat yang mengikuti acara ini. 

Linda yang juga Ketua POT Siswa Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko Regio Timor, ini juga menjelaskan tentang lahirnya POT tanggal 11 Juli 2020. Ketika itu kata Linda, terjadi wabah Covid-19 yang akhirnya anak-anak dipulangkan dan mengikuti  pelajaran secara daring. POT kata Linda,  hadir semata sebagai wadah koordinasi antara para orang tua seminaris. Komposisi pengurus, yakni Maria Rosalinda Uta Teku (Linda Uta/ketua), Polykarpus Muga (wakil), Katarina Mau (sekretaris), Fabiola Nijung (bendahara). Sedangkan penasihat Kristo Blasin, Marsel Bei dan Petrus Kase. 

Acara ini diisi juga dengan stand up dari  Rinardy Tuan Tana Dewa dan pidato dalam bahasa Inggris bertema Natal oleh Giovani Demung.  Keduanya siswa Seminari Mataloko. Giovani merupakan siswa berprestasi. Ia meraih juara pertama lomba pidato dalam Bahasa Inggris tentang Sumpah Pemuda.
 
Untuk diketahui, seminari ini berdiri pada 2 Februari 1926 di Sikka. Dirintis oleh P. Fransiskus Cornelissen, SVD atas prakarsa Mgr. Vestraelen, SVD. Seminari ini kemudian dipindahkan ke Mataloko dan diresmikan pada tanggal 15 September 1929 di Mataloko, Ngada. (pol) 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved