Berita Kota Kupang

Dihantam Gelombang Tinggi, Perahu Milik Nelayan di PPI Oeba Kota Kupang Rusak Berat

Menurut nelayan bahwa perahu yang terbelah sekitar tiga hari yang lalu karena dihantam gelombang tinggi di PPI Oeba Kota Kupang.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
TERAPUNG - Puing perahu akibat dihantam gelombang tinggi di PPI Oeba Kota Kupang pada Kamis, 29 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM,KUPANG - Dihantam gelombang tinggi menyebabkan perahu nelayan yang ada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kota Kupang rusak berat.

Demikian disampaikan salah satu nelayan, Reno saat ditemui POS-KUPANG.COM pada Kamis, 29 Desember 2022 sore.

Menurutnya, perahu yang terbelah sekitar tiga hari yang lalu karena dihantam gelombang tinggi di PPI Oeba Kota Kupang.

"Perahu kandas terus patah karena gelombang pukul,"ungkap Reno.

Dilanjutkannya, perahu kandas sekitar Pukul 11.00 Wita sepulang berlayar untuk berlabuh di PPI Oeba. Namun perahu kandas, kemudian sekitar Pukul 22.00 Wita air laut pasang dan gelombang tinggi menghantam bodi perahu.

Dari informasi yang didapat POS-KUPANG.COM, perahu tersebut diduga milik seorang juragan asal Sulawesi.

"Belum dievakuasi mungkin tunggu air laut tenang baru bisa evakuasi,"lanjut Reno.

Menurut Reno, dari kejadian ini biasanya diperkirakan kerugian minimal sekitar Rp 500 juta sampai dengan 600 juta.

Pantauan POS-KUPANG.COM pada Kamis, 29 Desember 2022 sekitar pukul 16.00 WITA, perahu ukuran belasan meter bercat ungu patah bagi dua dan puing masih terapung di perairan PPI Oeba kota Kupang.

Selain itu,banyak perahu nelayan terparkir di PPI Oeba Kota Kupang. Para nelayan tidak berlayar akibat cuaca buruk yakni angin kencang dan gelombang sehingga tidak memungkinkan untuk berlayar.

"Cuacanya tidak memungkinkan,"ungkap Owen,seorang nelayan di PPI Oeba Kota Kupang.

Nelayan yang biasa berlayar sampai Pulau Kera ini, mengatakan untuk sementara, selam dia berlayar, tinggi gelombang mencapai satu meter.  

Baca juga: Cuaca Maritim Terkini, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Perairan NTT 7 Hari Kedepan

Atas maklumat atau larangan dari Syahbandar, hingga 10 Januari 2023, para nelayan belum bisa berlayar. 

Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk berlayar membuatnya kehilangan penghasilan. Untuk mememuhi kebutuhan sehari-hari, ia dan keluarganya mengandalkan tabungan.(dhe)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved