Berita PLN

Penerapan Electrifying Agriculture Efisiensi 60 % Biaya Operasional Petani

Didukung dengan Pasokan listrik PLN yang Andal, Layanan listrik ini tidak hanya disediakan untuk sektor pertanian namun juga sektor perikanan.

Editor: Rosalina Woso
DOKUMENTASI PLN
Program Electrifying Agriculture yang digagas PLN membawa sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani yang diharapkan bisa mencapai keuntungan berkali lipat dan mampu efisiensi biaya operasional sebesar 60% semenjak para petani di Wilayah Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka menggunakan pompa listrik. 

POS-KUPANG.COM - Program electrifying agriculture yang digagas PLN membawa sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani yang diharapkan bisa mencapai keuntungan berkali lipat dan mampu efisiensi biaya operasional sebesar 60 persen semenjak para petani di Wilayah Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka menggunakan pompa listrik.

Didukung dengan Pasokan listrik PLN yang Andal, Layanan listrik ini tidak hanya disediakan untuk sektor pertanian namun juga sektor perikanan, perkebunan dan peternakan.

Agung Wibowo Selaku Manager PT PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Timur menyampaikan "Terobosan Program electrifying agriculture PLN ini dengan mekanisme dediselisasi pompa solar atau pompa genset menjadi pompa Listrik untuk sarana pengairan dapat membantu petani dalam menekan biaya produksi sehingga lebih hemat dan efisien. Semoga dengan hadirnya listrik, hasil tani terus bisa melimpah ruah dan meningkatkan hasil panen bagi para petani” ucap Agung.

Baca juga: Gelar Pesta Tanpa Ribet, Begini Cara Pasang Listrik Sementara Lewat PLN Mobile

Ditambahkan Agung bahwa program kami ini adalah  program modernisasi pertanian dengan penggunaan pompa listrik untuk pengairan ke sawah dan juga sebagai dorongan PLN dalam penggunaan energi yang bersih, aman dan ramah lingkungan.

Kepala BPPT Kecamatan Magepanda Sikka Gabriel Keli mengucapkan, "Terima kasih kepada PLN terkait program Electrifying Agriculture karena satu kendala petani adalah naiknya harga BMM itu yang membuat petani merasa sangat terbebani sekali, harga BBM naik otomatis peningkatan biaya operasional naik".ucapnya

Sementara itu hal yang sama juga dirasakan oleh pemilik sawah Bapak Sudirman yang  berterima kasih untuk PLN karena dengan bantuan Pasokan Listrik dari PLN, Petani di Kecamatan Magepanda bisa beralih dari Pompa Mesin Genset ke Pompa Air Listrik. Semenjak pakai listrik semuanya jadi lebih praktis, lebih bersih, lebih cepat karena sebelumnya kalau mau kerja butuh waktu satu sampai dua jam untuk nyalakan mesin pompa genset apalagi kalau mesinnya onar atau bermasalah kadang sampai tidak bekerja karena masalah mesin. Lalu menggunakan genset lingkungan mudah kotor karena ada ceceran solar atau oli, jadi semenjak pakai listrik bekerja lebih nyaman. Ungkapnya.

Lanjut Sudirman, “Saat menggunakan listrik menjadi lebih produktif karena waktu dan pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien Sehingga bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lain dan bisa meningkatkan mutu dan kualitas hasil panen, sehingga berdampak pada penjualan dan peningkatan pendapatan kami yang akhirnya mampu mensejahterakan kami para petani.

Baca juga: PLN Realisasikan PMN Untuk Pembangunan EBT PLTP Mataloko

Sudirman menjelaskan bahwa dirinya dapat melakukan penghematan biaya operasional. Sebelumnya, untuk mengaliri air sawahnya, saya memakai genset setiap hari, saya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 108.000 per hari.“Setelah pindah ke listrik biaya operasional turun banyak. Saya bisa berhemat sekitar 60 % setiap harinya,” terima kasih PLN.

Electrifying agriculture merupakan salah satu bagian dari semangat transformasi PLN untuk meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau, dan andal untuk berbagai kalangan masyarakat khusus di bidang pertanian. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved