Cerpen

Anak Lubang Batu

Cerpen ini bercerita tentang Bela yang kawin lagi setelah merantau di Bali, lalu mengabaikan suami dan anaknya di Sumba. Anaknya pun telantar.

Editor: Agustinus Sape
kompas.com
Ilustrasi perceraian suami istri, anak telantar. 

Bela membuka pintu dan memyilakan tamu masuk. Di dalam kamar kos tersebut hadir pula seorang laki-laki yang diketahui kemudian bernama Mance dengan status suami Bela.

Setelah kedua laki-laki itu duduk, Bani dan Tomi langsung serobot masuk. Bela mati langkah dan gagal kabur. Bela tampak menggigil di depan Bani.

“Ayo, angkat barang kita pulang?”

“Omong baik saja, jangan pakai ancam segala!”

“Yang tidak bersangkutan, diam!”

“Lho, saya suaminya, tahu!”

“Suami?! Dasar perampok!”

“Engkau yang perampok! Masuk rumah tidak pakai sopan!”

Bani naik darah dan mendaratkan tinjunya. Mance bela diri dan serang balik. Keduanya baku lipat ramai, dan kedua-duanya kecap keluar.

Atas bantuan tetangga, tidak lama kemudian polisi datang. Mereka semua ditangkap dan digiring ke polres demi keamanan warga setempat.

Di depan polisi tidak ada yang mau kalah. Mance dan Bani saling klaim. Bani katakan,bahwa dia suami Bela. Mance juga bersih kuku sebagai suami sah Bela.

Karena tidak ada yang mengalah, maka polisi tanya Bela. Perempuan rebutan itu mengaku dengan jujur bahwa, Mance adalah suaminya.

Mendengar jawaban Bela, Bani makan gigi. Nuraninya memberontak, bahwa Bela perempuan tidak tahu diri. Di kampung berlagak suci, di kota bergaya lonte.

Tetapi Bani tidak bikin apa-apa di depan pihak keamanan karena takut dikenakan pasal berlapis. Berani penyangkalan itu terjadi di kampung, maka yang ada: kepala terlepas.

Halaman
1234
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved