Berita Kupang

Cegah Krisis Pangan, Wabup Kupang Minta Petani Maksimalkan Potensi Lahan Pertanian

Apalagi saat ini sedang dalam musim penghujan sehingga air selalu melimpah dan sangat cocok bagu berbagai jenis komoditi pertanian.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Petani di Desa Raknamo Kabupaten Kupang saat mengolah lahan pertanian untuk ditanami tanaman hortikultura. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI- Tahun 2023 sesuai dengan prediksi akan terjadi Inflasi juga krisis pangan global dan menurut Wabup Kupang Jerry Manafe kuncinya terletak pada petani.

Kepada Pos Kupang, Kamis 8 Desember 2022 Wabup Kupang Jerry Manafe meminta petani di Kabupaten Kupang agar memaksimalkan lahan pertanian mereka.

Apalagi saat ini sedang dalam musim penghujan sehingga air selalu melimpah dan sangat cocok bagu berbagai jenis komoditi pertanian.

Hal itu kata dia berimbas pada peningkatan hasil komoditi pertanian dan mencukupi kebutuhan masyarakat serta menghindarkan dari krisis pangan.

"Petani perlu menyiapkan lahan pertanian yang potensial untuk ditanami dengan berbagai komoditi pangan sehingga hasil produksi pertanian menjadi meningkat," jelasnya.

Baca juga: Penghujung Tahun 2022 Realisasi Proyek di Kabupaten Kupang Masih Jauh Dari Target

Dengan musim hujan tahun ini yang mulai lebih awal kata dia menjadi keuntungan bagi para petani untuk mengoptimalkan semua lahan potensial yang ada untuk dijadikan kawasan pertanian.

Wabup menegaskan saat ini banyak lahan tudur yang belum diolah sehingga dia mrminta agar dioptimalkan sehungga produksi pertanian menjadi bertambah.

Sebelumnya di Desa Kuimasi, Kepala Kesa Kuimasi Maksen A. F. Lifu membangkitkan kembali lahan tidur seluas 20 hektar yang sudah puluhan tahun tidak diolah.

Dengan anggaran dati  dana desa ada dua komoditas yang mereka tanami yakni tanaman lamtoro terambah untuk peternakan dan jagung untuk pertanian.

Maksen A. F. Lifu menerangkan sekitar 20 puluh ribu anakan lamtoro terambah disiapkan oleh mereka.

Baca juga: Wabup Kupang Minta USAID Kolaborasi Dengan OPD dan NGO Lokal

"Jadi satu hektar itu 1000 anakan kita siapkan, semuanya dari dana desa," ungkapnya.

Program ini kata dia diswadaya oleh masyarakat dengan lahan dan tenaga 30 persen dan pembiayaan sebesar 70 persen.(ary)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved