Berita Manggarai

Wabup Manggarai Hery Ngabut Resmikan Sanimas SPALD S Bagi 10 Desa di Manggarai 

Total 236 unit toilet individual diperuntukan bagi 509 KK dibangun tersebar di 10 desa di wilayah Kabupaten Manggarai. 

Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
PERESMIAN - Pemukulan gol simbol peresmian dan penyerahan secara simbolis program SANIMAS SPALD S di Kabupaten Manggarai dari Kemantrian PUPR berupa 236 unit toilet yang tersebar pada 10 Desa di Manggarai bertempat di Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri'i pada Selasa 6 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Wakil Bupati Manggarai, Hery Ngabut, SH, meresmikan sekaligus menyerahkan hasil pekerjaan program Sanitasi Berbasis Masyarakat Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SANIMAS SPALD S), Selasa (6/12) pagi, bertempat di Dusun Welong, Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri'i pada Selasa 6 Desember 2022.

Total 236 unit toilet individual diperuntukan bagi 509 KK dibangun tersebar di 10 desa di wilayah Kabupaten Manggarai

Wakil Bupati Hery Ngabut dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR atas kehadiran program ini. Menurutnya, pembangunan toilet individual selain menjadi contoh untuk direplikasi oleh warga lainnya, kehadiran toilet ini juga untuk menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya kebersihan lingkungan. 

Baca juga: Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat Tahbiskan Lima Imam Baru di Keuskupan Ruteng 

"Kehidupan yang sehat tergantung kita. Sikap preventif pemerintah, pendampingan, sosialisasi, (dan) informasi," ungkap Wakil Bupati Hery. 

Program Sanimas di Manggarai, lanjutnya, ada hubunganya juga dengan penanganan stunting. Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir angka stunting di Manggarai mengalami penurunan berkat intervensi dan keterlibatan semua pihak. 

Oleh karena itu Wakil Bupati Hery berharap agar masyarakat dapat menjaga dan memelihara hasil pekerjaan yang berasal dari program Sanimas ini. 

Baca juga: Festival Golo Curu Resmi di Buka, Menjadi Festival Tahunan Keuskupan Ruteng 

Di lain pihak, Kepala Satker BPPW Wilayah II, Septina Rahmawati, dalam sambutannya mengajak seluruh warga penerima manfaat untuk senantiasa menjaga dan merawat hasil pekerjaan dari program tersebut.  

Program yang berasal dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya ini diprioritaskan bagi desa rawan sanitasi dan memiliki angka BABS tinggi. Penerima manfaat merupakan warga yang berpenghasilan rendah. 

Dalam pelaksanaan kerja, program ini dilaksanakan oleh masyarakat yang terbentuk dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang dipilih dalam forum rembuk warga sebagai pelaku utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sarana sanitasi di tingkat desa sehingga keberhasilan program sangat bergantung pada peran aktif masyarakat pada setiap kegiatan.

Untuk  diketahui, 10 desa yang menjadi sasaran program ini yakni Desa Wae Mulu, Desa Benteng Tubi, Desa Loce, Desa Watu Tanggo, Desa Ladur, Desa Compang Namut, Desa Lentang, Desa Timbu, dan Desa Bea Kondo. (Cr2)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved