Berita NTT

Dukung Harkamtibmas, Semua Stakeholder Tangani Masalah Pekerja Migran Non-Prosedural

kasus pengiriman PMI non prosedural dengan mengirimkan ke daerah lain, setelah itu diberangkatkan ke luar negeri.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
BERI KETERANGAN - Direktur Intelkam Polda NTT, Kombes Pol Jan Makatita, S.IK. memberikan keterangan terkait FGD penanganan PMI Non Prosedural dalam rangka pemeliharaan kamtibmas di Hotel Aston Kupang, Senin 5 Desember 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penanganan masalah pekerja migran Indonesia atau PMI non-prosedural butuh komitmen bersama semua unsur stakeholder dan pemangku kepentingan guna mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pasalnya kasus Pekerja Migran Non Prosedural di NTT sangat tinggi terutama Tahun 2021 berjumlah 92 kasus PMI meninggal dunia dengan rincin 91 kasus PMI non prosedural.

Sedangkan Tahun 2022 tercatat 192 kasus meninggal dunia dengan rincian 191 kasus PMI Non Prosedural serta 1 kasus PMI Prosedur.

Baca juga: Cuaca NTT Selasa 6 Desember 2022, BMKG Sebut Ruteng-Manggarai Hujan Ringan,Daerah Lain Cerah Berawan

Demikian penyampaian Direktur Intelkam Polda NTT, Kombes Pol Jan Makatita, S.IK. saat membuka kegiatan Forum Group Discussion atau FGD Optimalisasi Stakeholder NTT Guna Penanganan PMI Non-Prosedural Dalam Rangka Harkamtibmas di Hotel Aston Kupang, Senin 5 Desember 2022.

Kombes Pol Jan Makatita menilai kasus pengiriman PMI non prosedural dengan mengirimkan ke daerah lain, setelah itu diberangkatkan ke luar negeri.

Namun saat PMI non prosedural tersebut meninggal dunia barulah kasusnya terungkap ke publik sehingga penanganan kasusnya sangat terlambat.

Terhadap hal tersebut, Direktorat Intelkam Polda NTT melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pemetaan terutama masyarakat di kampung yang mengalami kesulitan mendapatkan akses informasi.

"Kami membangun jejaring dengan semua stakeholder untuk mengantisipasi aktivitas PMI Non Prosedural dengan memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah terpencil agar tidak tergoda pada janji manis akan pekerjaan di luar negeri dengan biaya tinggi serta pemalsuan dokumen pribadi, karena praktek itu termasuk dalam sindikat perdagangan orang," tegas Makatita.

Baca juga: Dharma Wanita Persatuan Dispora NTT Kunjungi Posyandu Sehati

Kedepannya, pihaknya akan memberikan motivasi dan pelatihan teknis bidang pertanian, peternakan, dan keterampilan soft skill agar menarik merubah pola pikir masyarakat untuk mencari penghidupan tidak harus bekerja di luar negeri.

Dalam FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidangnya antara lain Kantor Imigrasi Kelas I Kupang, BP3MI NTT, Dinas Koperasi dan Ketenagakerjaan NTT, Dinas Sosial NTT, serta BLK-MI.
Para peserta yang hadir antara lain perwakilan mahasiswa Perguruan Tinggi di Kupang, Yayasan Pemerhati Pekerja Migran NTT, serta Unsur Media. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved