Berita Lembata

ORARI Lokal Kabupaten Lembata Berjasa Saat Komunikasi Masa Bencana

Saat badai seroja melumpuhkan akses komunikasi, ORARI turun tangan membantu pemerintah membuka komunikasi radio amatir untuk kepentingan evakuasi

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
ORARI - Suasana penyelenggaraan Musyawarah Lokal I Orari Tahun 2022 Pengurus Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Kabupaten Lembata 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA- ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) Kabupaten Lembata punya jasa besar saat bencana menerjang Kabupaten Lembata pada tahun 2021 silam.

Saat badai seroja melumpuhkan akses komunikasi, ORARI turun tangan membantu pemerintah membuka komunikasi radio amatir untuk kepentingan evakuasi dan distribusi logistik. 

Menurut anggota ORARI Kabupaten Lembata, Hasan Guhir bahwa tak hanya berperan saat bencana saja tetapi juga punya peran saat penyelenggaraan festival budaya yang diselenggarakan pemerintah daerah dan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun lalu. 

Menurut dia, ORARI adalah wadah bagi masyarakat yang memiliki hobby komunikasi radio dan teknik elektronika. ORARI adalah organisasi tunggal bagi segenap Amatir Radio Indonesia yang bersifat mandiri, sosial, non-komersial dan non-politik.

Hal ini diungkapkannya saat penyelenggaraan Musyawarah Lokal I Orari Tahun 2022 di Aula Kuma Resort, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Sabtu, 3 Desember 2022.

Tercatat ada ORARI Lokal Lembata sebanyak 52 orang. Selain membahas program, Musyawarah Lokal I ORARI juga memilih pengurus definitif ORARI Kabupaten Lembata sehingga kehadiran organisasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Isu Perubahan Iklim Jadi Prioritas Dalam Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Lembata

 Sementara itu AKBP (Purn) Febrin Ida Pello, Ketua ORARI Daerah NTT, berujar organisasi yang berdiri pada 1968 itu menghimpun orang-orang yang punya hobi di bidang radio amatir.

"Saya harap Muslok bisa hasilkan rencana kerja yang jelas dan realistis dengan mengacu pada hasil musda dan munas. Apa yang akan dirumuskan akan dirasakan pengaruhnya oleh seluruh anggota lokal di Lembata. Sebab itu, saya ajak seluruh peserta muslok untuk satukan pola pikir dan wawasan bagi kelangsungan organisasi dan amatir radio di Lembata," pesan Febrin. 

Dia mengakui, organisasi yang menghimpun orang orang yang punya hobi teknik elektronika radio itu berperan membuka akses komunikasi ketika bencana, misalnya bencana seroja tahun 2021 lalu. Juga, organisasi ini bisa membantu masyarakat di wilayah wilayah terisolasi. 

"Tantangannya dengan adanya era digitalisasi sudah banyak orang tinggalkan radio dan komunikasi lewat hape jadi orang tidak tertarik lagi pada radio padahal perannya sangat penting," ujarnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved