Berita Kota Kupang

Sisihkan Gaji Selama Enam Bulan, 20 Karyawan Elitism NTT Bantu Bumil dan Balita Stunting  

Pembagian makanan ini dilakukan di Kantor Lurah Naimata yang dihadiri Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, Kamis 1 Desember 2022.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh bersama Komisaris Elitism NTT, El Yuliana Ekawati dan para karyawan sedang membagikan makanan tambahan dan susu bagi bumil dan balita di kelurahan Naimata, Kota Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebanyak 20 karyawan Elitism NTT di Kupang, Labuan Bajo, Sumba, dan Alor secara sukarela menyisihkan sedikit gaji mereka selama enam bulan dengan membelikan makanan tambahan dan susu bagi ibu hamil (bumil) dan balita stunting di Kota Kupang.

Makanan itu berupa menu sehat dari pangan lokal dan merupakan hasil laut yang diolah untuk dikonsumsi ibu hamil maupun anak-anak. Selain itu juga diberikan susu kemasan untuk balita stunting.

Pembagian makanan ini dilakukan di Kantor Lurah Naimata yang dihadiri Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, Kamis 1 Desember 2022.

Kegiatan itu berlangsung berkat kerjasama Elitism NTT dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil (bumil), balita stunting, gizi buruk dan gizi kurang di Kota Kupang.

"Kami gelar kegiatan ini begitu dananya terkumpul dan ternyata disambut baik oleh Pemerintah Kota Kupang. Kami tidak menyangka akan semegah ini karena banyak pihak akhirnya turut membantu," ungkap Emanuel Harsoyo, salah satu karyawan.

Ia menyebut kegiatan berbagi ini dilakukan berkat binaan Elitism NTT sendiri yang selama ini melakukan berbagai kegiatan serupa di Bipolo dan Amarasi.

"Untuk hari ini kita masak semua, begitu siap atau sudah jadi maka kita bawa ke sini untuk bagikan ke anak-anak dan ibu hamil," ungkapnya.

Sementara itu, Yuliana Ekawati selaku Komisaris Elitism NTT pada kesempatan itu berharap ke depan akan lebih banyak lagi kegiatan penanganan stunting yang dilakukan anak-anak muda NTT. 

Menurutnya, niat dan tujuan baik itu pasti akan disambut baik oleh masyarakat dan pemerintah seperti kolaborasi yang berjalan dalam kegiatan ini.   

Pemkot Kupang menyambut baik aksi itu dengan melibatkan OPD terkait dalam sosialisasi soal kesehatan ibu-anak dan keluarga berencana, gemar makan ikan, demo masak, hingga menyerahkan akta lahir dan Kartu Identitas Anak (KIA). 

George Hadjoh pada saat itu menyampaikan stunting Kota Kupang sekitar 6000 lebih kasus saat ini yang perlu ditekan dengan kolaborasi bersama semua pihak.

Ia ingin adanya pemetaan per RT terkait anak stunting yang bisa mendapatkan orang tua asuh atau orang tua angkat nantinya.

"Kita perlu kerja lebih banyak daripada bicara lebih banyak. Maksimal di 2024 stunting di Kota Kupang sudah 1 digit," sebutnya.

Ada pula penyerahan sembako oleh Penjabat Wali Kota Kupang seperti beras, minyak goreng, telur hingga gula pasir yang berkolaborasi dengan Bulog NTT,  Pokphand Jaya Farm hingga Kwarda Pramuka NTT.

Lurah Naimata Hendrikus Banunaek menyebut ibu dan anak yang menjadi target kegiatan itu berasal dari berasal dari Kelurahan Naimata, Maulafa dan Penfui.

Untuk kelurahan Naimata sendiri terdata yang menerima bantuan itu adalah 17 orang bumil dan anak stunting sejumlah 21 orang. Sementara yang menjadi asuhan Penjabat Wali Kota Kupang yaitu 1 bumil dan 2 anak. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved