Pilkades Serentak

Pilkades Serentak di Malaka, Aksi Protes Bacalon Kades dari 20 Desa Berlanjut ke DPRD

Setelah sebelumnya bakal calon kepala desa atau Bacalon Kades dari 20 desa melakukan protes di Pemkab Malaka, aksinya berlanjut ke DPRD Malaka

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
DIALOG - Bakal calon kepala desa saat berdialog dengan kalangan DPRD Malaka pada Kamis 1 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN- Pemilihan kepala desa atau Pilkades Serentak tahun 2022 di Malaka menuai protes dari bakal calon kepala desa yang merasa tidak puas terkait dengan hasil seleksi pembobotan nilai yang dilakukan panitia di tingkat kabupaten. 

Setelah sebelumnya bakal calon kepala desa atau Bacalon Kades dari 20 desa melakukan protes di Pemkab Malaka, aksinya berlanjut ke DPRD Malaka dan telah memasuki hari ketiga.

Seperti disaksikan Pos Kupang, Kamis 1 Desember 2022, para bakal calon kepala desa membawa aspirasi ke  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka, Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah.

Para bakal calon kepala desa yang gagal ditetapkan ini mengemukakan hal yang sama yakni meminta Panitia Kabupaten untuk transparansi atau terbuka terhadap seleksi pembobotan nilai. 

"Sekali lagi kami membawa aspirasi ini ke Bapak - bapak dewan untuk diperjuangkan. Meminta kepada pemerintah untuk menjawab apa yang menjadi tuntutan kami ini," kata Bakal Calon Kepala Desa Haitimuk, Yoseph Kupertino Neri Molo SH.

Menanggapi tuntutan tersebut Ketua Panitia Kabupaten Malaka, Ferdinand Un Muti bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Agustinus Nahak menjawab bahwa  tuntutan ini akan dijawab pada Sabtu 3 Desember 2022.

Baca juga: Pilkades Serentak di Malaka, 20 Desa Secara Resmi Ditunda Sementara Waktu

"Kami akan berkoordinasi terlebih dahulu bersama dengan Bapak Bupati Malaka. Yang jelas pada Sabtu 3 Desember 2022 sudah ada jawaban," kata Ferdinand.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Malaka, Devi Hermin Ndolu pun meminta kepada bakal calon kepala desa yang hadir untuk bersabar dan menanti jawaban dari Pemerintah. 

"Semoga tanggapan pemerintah bisa menjawabi tuntutan yang disuarakan ini," jelasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Pemilihan kepala desa atau Pilkades Serentak tahun 2022 di Malaka menuai protes dari bakal calon kepala desa yang merasa tidak puas terkait dengan hasil seleksi pembobotan nilai yang dilakukan panitia di tingkat kabupaten. 

Akibatnya, sebanyak 20 desa di wilayah Kabupaten Malaka yang notabene bakal calonnya melebihi lima orang secara resmi ditunda sementara waktu karena ada pengaduan dari bakal calon. 

Hal ini sesuai dengan surat Panitia Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Malaka Nomor: Panpilkades/26/XI/2022.

Baca juga: Pilkades Serentak di Malaka, 3 Calon Kades Naimana Tolak Tanda Tangan Berita Acara

Dalam surat pemberitahuan itu tertulis bahwa menindaklanjuti kesepakatan dalam klarifikasi keberatan Bakal Calon Kepala Desa (sebagaimana terlampir) untuk menunda sementara kegiatan Pemilihan Kepala Desa terhitung mulai tanggal 29 November 2022 sampai dengan diambilnya keputusan oleh Bupati Malaka.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved