Berita Kupang Hari Ini

Mitigasi Bagian dari Pelayanan Gereja

Mitigasi bagian dari pelayanan gereja dan itu berlaku bagi semua. Bukan hanya warga jemaat, tetapi para pelayan Tuhan harus mitigasi

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Para pendeta bersama umat 

POS-KUPANG.COM - Mitigasi merupakan bagian dari pelayanan gereja dan itu berlaku bagi semua. Bukan hanya warga jemaat, tetapi para pelayan Tuhan juga harus mitigasi diri sendiri untuk siap diperhadapkan dan siap untuk diutus kemanapun yang Tuhan siapkan untuk melayani.

Terjadi masalah, ketika para pelayan tidak hetoimos (siap sedia dan berjaga-jaga) dan tidak mampu memitigasi diri sendiri. 

Terkadang ketika seorang pelayan dapat berita untuk mutasi, itu seperti berita bencana yang datang, bukannya mempersiapkan diri sendiri dan keluarga untuk siap melayani Tuhan di tempat baru, tetapi sibuk jalan keliling jemaat untuk provokasi supaya tidak bisa dipindahkan dan lain sebagainya.

Tentu sikap ini akan menimbulkan pro dan kontra dalam jemaat.

Bapak atau Mama Ketua  Klasis akan pusing kepala, bemo dan truk silih berganti akan datang dan pergi ke kantor sinode.

Pagi rombongan pro akan minta bertemu dengan Majelis Sinode, Siang rombongan kontra yang minta bertemu.

Ini sudah seperti suporter sepak bola piala dunia, belum lagi ditambah teriakan dan ribut-ribut. Baik Warga Jemaat, para presbiter (penatua diaken, pengajar dan pendeta) harus punya wawasan hetoimos dan mitigasi dalam pelayanan gereja Tuhan juga.

Kita harus waspada terhadap resiko, dan bahaya yang terjadi dari kerusakan-kerusakan pelayanan yang terjadi karena kita semua tidak siap terhadap hal itu.

Hal ini disampaikan Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan dalam khotbah pada Kebaktian Minggu Adven I dan sekaligus Pengutusan Pdt. Bengngu Djira, S.Th dan  Perhadapan Pdt. Sepy Hawu, S.Th di jemaat Betel Maulafa, Minggu 27 November 2022.

Baca juga: PLN Siapkan Strategi Mitigasi Perubahan Iklim Seiring Pencapaian Target Carbon Neutral pada 2060

Hari ini kita berada di minggu 1 dalam perayaan Minggu Adven. Thema kita minggu ini, yaitu: Tetap berjaga-jaga dan siap sedia. Tema ini penting bagi dua orang pendeta yang akan diperhadapkan untuk melayani di jemaat ini dan yang akan diutus untuk melayani di tempat lain, yaitu Pdt. Bengngu Djira, S.Th dan Pdt. Sepy Hawu, S.Th.

“Seringkali Majelis Sinode dan Ketua Klasis menjadi pusing kepala ketika sang pendeta tidak mau mutasi karena alasan klasik jemaat masih sayang, pada hal sang pendeta sebetulnya masih sayang dia pung babi yang dia piara atau hewan lain di kandang-kandang dan harta duniawi lainnya.  Tetapi ini tentu tidak berlaku untuk dua orang pendeta. Beta lihat bapak Klasis Sem Pandie senyum itu tanda setuju“, demikian mantan Wartawan Pos Kupang ini.

“Saya juga kenal baik dua orang pendeta ini, mereka adik kelas kami sewaktu kuliah, dan memang dari dulu terkenal anak yang baik waktu kuliah dulu. Itu yang beta tahu, atau jangan sampai ada nakal-nakal tapi itu luput dari pengawasan beta“, kata doktor lulusan Universitas Heidelberg Jerman ini.

Hari ini kita telah memasuki Minggu Adven 1 dan kita sudah berada di akhir bulan November dan sebentar lagi memasuki bulan Desembber akhir dari tahun 2022. 

Bulan November dan Desember seringkali bukan hanya mengingatkan kita bahwa tahun akan berganti, tetap juga mengingatkan kita bahwa umur kita akan bertambah, dan hari-hari hidup kita akan berakhir juga.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved