Breaking News:

Berita Ende

Sebelum Aniaya, Ternyata Pelaku Meminta Salah Seorang Saksi untuk Merekam Aksinya

Masyarakat yang nonton video itu meminta kepada polisi untuk tetap memproses hukum pelaku karena tindakan yang dilakukan tersangka tidak manusiawi

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
AMANKAN- Polisi dari Polres Ende menangkap pelaku penganiayaan di Ende, Sabtu 26 November 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE-Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Ende, Iptu Yance Kadiaman S.H mengatakan, sebelum melakukan Penganiayaan terhadap korban berinisial SL yang sehari-hari berjualan sayur keliling, pelaku AP meminta salah seorang saksi untuk merekam aksinya itu menggunakan handphone.

Setelah selesai merekam aksinya, pelaku langsung mengirimkan video tersebut ke handphonenya dan pada saat itu juga pelaku memposting video itu di story WAnya.

Dari story WA pelaku tersebut, masyarakat yang melihat video itu langsung mengambil video memakai aplikasi dan menyebarkan ke media sosial sehingga viral.

"Karena video itu viral, sehingga memudahkan kita untuk melakukan deteksi. Setelah deteksi kami langsung mendatangi TKP untuk menangkap pelaku kurang dari dua jam," ungkap Kadiaman kepada Pos Kupang saat ditemui di Halaman Mapolres Ende, Minggu 27 November 2022.

Dijelaskannya, pelaku dengan keinginannya sendiri memviralkan video tersebut ke media sosial dengan cara memposting ke story WA. Dalam video itu, pelaku menganiaya korban dengan cara ditinju dan ditendang.

Padahal, korban sempat meminta maaf kepada pelaku, namun upaya permintaan maaf oleh korban tidak dihiraukan oleh pelaku. Pelaku terus melancarkan aksinya meski korban susah kesakitan.

Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Kembali Terjadi di Kota Ende, Kurang dari Dua Jam Pelaku Ditangkap Polisi

Video tersebut pun tersebar di sejumlah platform media sosial seperti di grup facebook, whatsapp, dan juga di instagram.

Masyarakat yang nonton video itu meminta kepada polisi untuk tetap memproses hukum pelaku karena tindakan yang dilakukan tersangka tersebut tidak manusiawi.

Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan kembali terjadi di Kota Ende, Ibukota Kabupaten Ende, Sabtu 26 November 2022. Kali ini kasus penganiayaan tersebut menimpa korban berinisial SL (45) yang diduga dianiaya pelaku berinisial AP.

Demikian dijelaskan Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Yance Kadiaman kepada Pos Kupang saat ditemui di Halaman Mapolres Ende, Minggu 27 November 2022 malam.

Yance mengatakan bahwa, berdasarkan hasil penyelidikan oleh kepolisian, alasan pelaku menganiaya korban karena mendengar informasi bahwa korban melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap salah seorang keponakan pelaku dengan cara meraba-raba.

Mendengar informasi tersebut, pelaku tidak terima. Pelaku langsung mencari korban dan membawa korban ke rumahnya.

Baca juga: Polres Ende Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, 740 Liter Solar Diamankan

"Nah di rumahnya itu, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban. Tapi terkait dengan alasan dari pelaku, kami masih terus melakukan penyelidikan apa benar ada dugaan pelecehan itu," jelasnya.

Tidak terima dengan aksi yang dilakukan oleh pelaku, masyarakat bersama dengan keluarga langsung melaporkan kasus penganiayaan tersebut kepada polisi.

Berbekal laporan dan video viral tersebut, tegas Kadiaman, pihaknya langsung turun ke TKP di Km 3 tepat di samping Kantor BNI Cabang Ende untuk menangkap pelaku.

"Setelah menerima laporan dari masyarakat, kurang dari dua jam kami langsung tangkap pelaku di rumahnya," jelasnya.

Kini, pelaku telah mendekam di sel tahanan Mapolres Ende selama 20 hari untuk kepentingan penyelidikan kasus dugaan penganiayaan tersebut. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 351 ayat 1 KUHP.

"Dengan ancaman dua tahun penjara, tergolong dengan pasal pengecualian, sehingga terhadap pelaku kami tahan 20 hari kedepan untuk penyelidikan," ungkapnya. (tom)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved