Mayat Terapung Di Bolok

Mayat Terapung Di Bolok, Istri Korban Nino Puay Akui Tanda Tidak Bisa Tidur Sampai Pagi

Nino Marthen Puay adalah salah satu korban yang ditemukan tidak bernyawa lagi di Pantai Lalendo, Bolok , Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
KELUARGA- Keluarga korban sementara berada di depan ruang Jenazah RSB Titus Uly Kupang, Minggu 28 November 2022. Untuk diketahui dalam peristiwa ini ada tiga jenazah yakni Nino Marthen Puay, Ardi Frengki Puay dan Devrit Puay 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM,KUPANGTabita Turwewi istri dari Nino Marthen Puay salah satu korban yang meninggal di perairan Lalendo Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang mengakui tanda yang dialami yakni dirinya tidak bisa tidur sepanjang malam. 

"Kalau tanda itu, saya tidak bisa tidur sampai pagi. Padahal tidak biasa seperti itu," ujar Tabita Turwewi saat ditemui di depan ruang jenazah RSB Titus Uly Kupang, Minggu 27 November 2022.

Untuk diketahui Nino Marthen Puay adalah salah satu korban yang ditemukan tidak bernyawa lagi di Pantai Lalendo, Bolok , Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Menurut Turwewi, suaminya bersama dua korban keluar dari rumah pada Sabtu 26 November 2022 sekitar pukul 17:00 Wita. 

Ditanyai apakah korban sudah sering melaut, Turwewi mengakui, korban biasanya pergi mencari ikan jika tidak masuk bekerja.

Baca juga: BREAKING NEWS : Tiga Mayat Terapung Di Laut Bolok Kupang, Identitas Dua Korban Belum Diketahui

"Sudah biasa korban pergi mencari ikan, kalau tidak pergi bekerja," katanya.

Dia mengakui, suaminya biasa bekerja di Kampus STIKes Maranatha Kupang.

Sedangkan soal tanda-tanda yang dialami saat suaminya pergi melaut, sambil meneteskan air mata, Turwewi mengatakan, saat suaminya bersama dua korban lainnya pergi melaut dirinya, tidak bisa tidur hingga pagi.

"Saya tadi malam tidak bisa tidur sampai pagi. Tadi malam, saya sempat hubungi handphone salah satu korban, tapi yang angkat istirnya karena tidak bawa handphone," katanya.

Turwewi mengatakan, hingga pagi dirinya tidak bisa tidur walaupun dia memaksa untuk menutup mata.

Baca juga: Mayat Terapung Di Bolok, Nino Marthen Puay Tinggalkan Istri yang Tengah Hamil Muda 

"Mungkin itu tanda yang saya alami, ternyata suami saya meninggal dunia," katanya.

Dia mengakui, pada Minggu 27 November sekitar pukul 06:00 wita dirinya mengetahui bahwa suaminya sudah tiada.

"Tadi kami dihubungi bahwa suami saya ditemukan di perairan Lalendo Bolok sudah meninggal dunia," ujarnya. 

Untuk diketahui dalam peristiwa ini ada tiga jenazah yakni Nino Marthen Puay, Ardi Frengki Puay dan Devrit Puay. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved