Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 27 November 2022, Meneladani Sikap Nuh

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Meneladani Sikap Nuh.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RENUNGAN - RP. Markus Tulu SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu 27 November 2022, dengan judul Meneladani Sikap Nuh. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Meneladani Sikap Nuh.

RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kitab Yesaya 2:1-5; bacaan kedua Roma 13:11-14a; dan bacaan Injil Matius 24:37-44.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 27 November 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Selamat Hari Minggu Adven I bagi kita semua.

Adven yang artinya kedatangan Tuhan meminta dari kita kaum beriman untuk menantikan kedatanganNya dengan sikap batin penuh pengharapan.

Bahwa Dia yang akan datang itu akan menyertai kita dan menuntun kita agar berjalan pada jalan-Nya dan menghantar kita kepada kebenaran sejati yang tentunya menyelamatkan kita.

"Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke Rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu karena itulah yang disebut jalan terang dan damai yakni jalan pembebasan dan keselamatan."

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 27 November 2022, Adventus, Saat Berjaga Bersama Tuhan

Di sini kita diingatkan Tuhan untuk hidup dengan membiarkan diri kita dituntun oleh terang Tuhan yang kekal agar hidup kita tidak disesatkan.

Bahwa hidup ini meminta dari kita kaum beriman untuk bertekun setia mendengarkan suara Tuhan.

Suara Tuhan memang sudah sering dan sangat dikacaukan oleh kebisingan dan kesibukan kita akan hal-hal duniawi.

Semua itu memang tidak salah. Tapi semua itu juga bisa menyesatkan hidup kita jika kita tidak bijaksana menata hidup.

Kenyataan bahwa ada begitu banyak tawaran yang indah, menarik, menggiurkan dan menggoda kita.

Tapi semua itu umumnya adalah perbuatan-oerbuatan kegelapan. Di sana ada pesta pora dan kemabukan, ada model-model percabulan dan hawa nafsu, ada perselisihan, saling sengketa dan iri hati. Ada egoisme, arogansi dan ketamakan.

Dan itu semua adalah perbuatan-perbuatan kegelapan. Apakah kita mau hidup kita digiring arus ketersesatan atau kita mau mendengarkan suara Tuhan yang berkata, "Mari kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang."

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 26 November 2022, Jangan Merasa Diri Kuat

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved