Berita Manggarai Timur

Berkas Perkara Persetubuhan Anak P21, Polres Matim Limpahkan Tersangka PK dan BB Ke Kejari Manggarai

Polres Manggarai Timur dalam penanganan tindak pidana di wilayah Polres Manggarai Timur khususnya  kasus persetubuhan anak

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO POLRES MATIM
TERSANGKA - Tersangka PK bersama barang bukti saat dilimpahkan ke JPU Manggarai  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Penyidik Unit PPA, Satreskrim Polres Manggarai Timur melimpahkan tersangka PK alias K ke Jaksa Penuntut Umum atau JPU Kejaksaan Negeri (atau Kejari Manggarai.

Pelimpahan tersangka K bersama barang bukti tersebut setelah berkas perkara kasus persetubuhan anak dibawa umur dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Peneliti Kejari Manggarai

Kapolres Manggarai Timur AKBP I Ketut Widiarta, SH.,S.IK.,M.Si, menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM,  Jumat 25 November 2022.

Baca juga: Sungai Curam dan Sempit Jadi Kendala Tim Pencarian Terhadap Nenek dan Cucu di Manggarai Timur

Kapolres Widiarta menjelaskan, pada hari Rabu tanggal 23 November 2022 Unit PPA Satreskrim Polres Manggarai Timur menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kasus persetubuhan anak di bawah umur ke Kejaksaan Negeri Manggarai.

Proses Tahap II ini merupakan tindaklanjut setelah Berkas Perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Peneliti Kejari Manggarai.

Kapolres Widiarta juga menerangkan, tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur ini dilakukan oleh tersangka berinisial PK alias K terhadap korban yang berusia 4 tahun yang mana perbuatan persetubuhan dilakukan pelaku di kebun milik saudara F di Kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur pada tanggal 16 September 2022 lalu.

"Tersangka PK alias K terbukti melanggar pasal 81 ayat (1) jo pasal 76 D atau Pasal 82 ayat (1) jo pasal 76 E UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU Nomor 1 tahun 2016 tentang  perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman Pidana 15 Tahun penjara, Dan pada tanggal 21 November 2022 pihak kejaksaan Negeri manggarai telah menyatakan bahwa berkas perkara tersebut telah lengkap sehingga dapat dilakukan Tahap II  Ke Kejaksaan Negeri Manggarai,"terang Kapolres Widiarta. 

Lanjut Kapolres Widiarta, pengungkapan kasus persetubuhan anak di bawah umur ini merupakan salah satu bukti keseriusan Polres Manggarai Timur dalam penanganan tindak pidana di wilayah Polres Manggarai Timur khususnya  kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Baca juga: Alami Kecelakaan Tunggal, Mobil Dinas Wakil Ketua II DPRD Manggarai Timur Terperosok ke Dalam Got

Kapolres Widiarta, berharap melalui penegakan hukum yang dilaksanakan ini, kasus persetubuhan anak dibawah umur di Kabupaten Manggarai Timur bisa di minimalisir. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved