Berita Manggarai Timur

Viral Bocah 7 Tahun Menderita Penyakit Komplikasi, Pemkab Manggarai Timur Bakal Rujuk ke Bali

Benyamin akan dirujuk ke Rumah Sakit di Bali maupun ke Kupang untuk mendapatkan perawatan medis. Penanganan Benyamin akan ditangani Balai Efata

Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
TRIBUNFLORES.COM/HO-ISTIMEWA
BANTUAN - Kondisi bocah Benyamin Okto Arif yang menderita penyakit komplikasi. Kedua orangtuanya berharap ada uluran tangan dari penderma yang berhati sosial untuk membantu memberikan pertolongan terhadap bocah Benyamin. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Pemerintah Daerah / Pemkab Manggarai Timur melalui Dinas Kesehatan merespon cepat untuk menangani Benyamin Okto Arif, bocah berusia 7 tahun 8 bulan warga Kampung Kotol, Desa Benteng Raja, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur yang menderita penyakit komplikasi setelah diberitakan sejumlah media massa. 

Benyamin akan dirujuk ke Rumah Sakit di Bali maupun ke Kupang untuk mendapatkan perawatan medis. Penanganan Benyamin akan ditangani Balai Efata, Kementerian Sosial RI. 

"Terkait pasien gizi buruk (Benyamin Okto Arif) di Kotol, akan dihandle Balai Efata Kemensos. Kami sudah minta Puskesmas Ketang untuk buat rujukan dan saat ini dokter Puskesmas Ketang dan tim sedang meluncur ke rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan agar dibuat surat rujukan," ujar Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 24 November 2022.

Ani Agas juga mengatakan, rencananya, Jumat 25 November 2022 besok hari, pasien Benyamin akan dibawa ke RSUD dr Ben Mboy dan selanjutnya, Sabtu 26 November 2022 akan dibawa ke  Bali/Kupang.

Diberitakan sebelumnya, Benyamin Okto Arif, bocah berusia 7 tahun 8 bulan warga Kampung Kotol, Desa Benteng Raja, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur sudah delapan bulan berjuang dengan penyakit komplikasi yang dideritanya. 

Kini kondisi anak dari ayah Blasius Gas (41) dan Ibu Yuliana Ndakis (28) ini makin memprihatinkan. Kondisi tubuhnya sangat kurus dan tinggal tulang, tak bisa bangun, tak bisa duduk, sudah tak bisa berbicara hanya menangis namun sudah sangat sulit dan hanya bisa berbaring lemas. 

Paulus Sarno dalam postingan di akun fecobook memposting sejumlah foto kondisi tubuh korban yang cukup memprihatinkan itu. Dalam unggahannya itu juga Paulus menuliskan:

Baca juga: Tiga Hari Jaringan Eror, Pelayanan Dokumen Kependudukan Dukcapil Manggarai Timur Terganggu

'Hari ini saya pulang sekolah singgah di rumah BPK. Blasius Gas yang berlokasi di Kotol. 
Saya sangat kaget ketika melihat anak keduanya yang lagi terbaring ditempat tidur karena sakit yang di deritanya selama 8 bulan hingga saat ini,
Nama anak ini; Benyamin Okto Arif,. 
Umur; 7 tahun 8 bulan / kelas 2 SD di Lenang Neros. 
Perasaanku sangat kasihan melihat situasi anak ini yang menderita sakit dan penyakitnya komplikasi dan sudah menderita. Hati ini ini ingin memberi lebih namun, apalah daya hanya do,a dan kabar ini kepada semua orang yang punya kepedulian terhadap anak ini. Anak ini hanya makan bubur dan bisa minum susu Morinaga. 
Tuhan Yesus sembuhkanlah anak ini, biarkan muzizatMu nyata dalam hidup anak ini'. 

Postingan ini pun mendapat tanggapan dari ratusan netizen dengan penuh ibah dan memohon doa agar Benyamin segera pulih dari sakit yang dideritanya. 

Paulus Sarno yang berprofesi sebagai guru ini ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, melalui sambungan telepon, Rabu 23 November 2022, mengatakan, berdasarkan penyampaian dari orang tua, Benyamin menderita sakit sudah sekitar 8 bulan lamanya. 

Paulus mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSUD dr Ben Mboi Ruteng Benyamin didiagnosa menderita penyakit komplikasi yakni tetanus, lambung, kekurangan gizi dan lainya. Benyamin sempat dirawat ke RSUD Ruteng dan dari pihak rumah sakit juga memberikan rujukan agar Benyamin dirawat di Denpasar, Bali. 

Namun karena keterbatasan ekonomi keluarga, orang tua tidak bisa membawa Benyamin ke Bali, karena memikirkan biaya transportasi, makan minum dan lain sebagainya saat di Bali, meskipun  biaya pengobatan ada BPJS Kesehatan. 

Baca juga: Tiga Hari Berlalu, Nenek dan Cucu yang Terseret Banjir di Manggarai Timur Belum Ditemukan

Karena itu, selain kondisi kesehatan tidak ada perubahan, orang tua memutuskan untuk membawa kembali Benyamin untuk dilakukan perawatan di rumah. Sambil mengharapkan ada uluran kasih dari berbagai pihak agar Benyamin bisa dibawa ke Bali untuk mendapatkan pengobatan sehingga bisa segera pulih. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved