Pilpres 2024

Ganjar Pranowo Pengaruhi Peta Politik Nasional, Saiful Mujani: PDIP Bisa Untung, Bisa Buntung

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah disebut-sebut punya kekuatan besar dalam mempengaruhi peta politik nasional bahkan mempengaruhi elektoral parpol.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
FAKTOR GANJAR - Saiful Mujani mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Peta politik di Tanah Air bakal berubah gegara faktor Ganjar Pranowo. PDIP bakal bernasib untung jika mencalonkan Ganjar, tapi menjadi buntung kalau diusung Golkar. 

POS-KUPANG.COM - Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah disebut-sebut punya kekuatan besar dalam mempengaruhi peta politik nasional. Bahkan sosok yang satu ini juga disebut sangat mempengaruhi elektoral partai-partai politik di Tanah Air.

Hal ini diungkapkan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam rilis yang diunggah pada Youtube SMRC TV, sebagaimana yang dilansir Tribunnews.com baru-baru ini.

Dalam survei eksperimental terbaru SMRC, menunjukkan bahwa peta politik nasional berubah drastis jika Ganjar Pranowo diusung sebagai calon presiden oleh Partai Golkar.

"Bayangkan saja di semua survei kita dan survei lain ditemukan bahwa PDI Perjuangan selalu nomor satu.

Baca juga: Puan Maharani Disapa Sebagai Calon Presiden di Hadapan Ganjar Pranowo, Presiden Jokowi Tertawa

Begitu Ganjar tidak ada lagi di situ, PDI Perjuangan yang kena.

Artinya, PDIP bakal untung jika mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Sebaliknya akan bernasib buntung kalau Ganjar Pranowo justru diusung oleh Partai Golkar.

BERSAING KETAT - Ganjar Pranowo unggul dalam lima survei yang dilakukan lembaga survei di Tanah Air, disusul Prabowo Subianto. Sedangkan Anies Baswedan berada di posisi ketiga.
BERSAING KETAT - Ganjar Pranowo unggul dalam lima survei yang dilakukan lembaga survei di Tanah Air, disusul Prabowo Subianto. Sedangkan Anies Baswedan berada di posisi ketiga. (POS-KUPANG.COM)

"Jadi, Faktor Ganjar itu sangat kuat, karena bisa mempengaruhi peta politik nasional kita," ungkap Saiful Mujani.

Dia menjelaskan, survei eksperimental yang dilakukannya memang mensimulasikan Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto jika diusung sebagai capres dari Golkar.

Pertama, Kalau Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang dijadikan sebagai calon presiden, maka suara dari partai berlambang beringin itu tidak berubah signifikan.

Artinya, perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2024 nanti, hanya mengalami peningkatan 2 persen dari 11 menjadi 13 persen.

Akan tetapi, katanya, jikalau Ganjar yang diusung Partai Golkar sebagai calon presiden, maka terjadi peningkatan perolehan suara yang sangat signifikan bagi partai beringin.

"Kalau Ganjar yang dicalonkan oleh Golkar, maka ada kenaikan signifikan. Dari 11 persen menjadi 17 persen. Itu berarti (naik) kurang lebih 6 persen. Jadi, Ganjar bisa menaikkan suara Golkar, kalau dicalonkan oleh Golkar," jelasnya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Ganggu Konsentrasi, Golkar Pastikan Airlangga Tetap Jadi Calon Presiden 2024

Dampaknya, adalah ketika Ganjar dicalonkan oleh Partai Golkar, maka perolehan suara PDIP melorot, karena hanya terpaut satu persen di atas Golkar, yaitu 18 persen.

Sedangkan perolehan suara Gerindra menjadi yang paling teratas di antara partai-partai politik lainnya yaitu 20 persen.

Jadi, lanjut Saiful Mujani, perolehan suara tiga partai politik ini, menjadi hampir seimbang apabila Ganjar Pranowo dicalonkan Partai Golkar.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved