Berita NTT

Viral di Medsos, Ibu Ini Tidak Puas Penanganan Kasus Kematian Kematian Anaknya

hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Forensik Denpasar juga menyatakan bahwa penyebab meninggalnya korban akibat lakalantas.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MUTIARA KRISTINE MALEHERE
PENGAMANAN - Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, SIK. Kepada Pos-kupang.com, Kamis 13 Oktober 2022, dia menyatakan jajaran Polda NTT siap mengamankan Pesparani Nasional 2022 di Kupang NTT, 28 Oktober hingga 1 November 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kasus kematian Erik Putra, Warga Bajawa, Kabupaten Ngada sejak Maret 2022 dinilai janggal oleh keluarganya.

Ibu kandung korban bernama Ernesta To membuat postingan pada aplikasi media sosial TikTok yang meminta agar Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma mengambil alih penanganan kasus yang telah bergulir selama tujuh bulan tersebut.

Menurut Ernesta To, penyebab anaknya Erik Putra meninggal bukan karena lakalantas seperti yang disimpulkan oleh Satlantas Polres Ngada melainkan penyebab kematian korban karena tindak pidana pembunuhan.

Baca juga: Polda NTT dan BPKP NTT Siap Kolaborasi Tangani Kasus Korupsi

Terlebih pihak keluarga korban juga semakin yakin setelah Tim Pencari Fakta Independen bentukan Buang Sine yang memposting ke media sosial Facebook berdasarkan petunjuk dari orang kesurupan.

Namun hasil olah TKP Fisika Forensik oleh Pusat Laboratorium Forensik Denpasar telah mematahkan semua opini dan bukti yang dibangun oleh TPFI bentukan Buang Sine tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, S.IK menyatakan bahwa kasus tersebut sudah pernah diklarifikasi Itwasda Polda NTT setelah adanya pengaduan masyarakat dari pihak keluarga korban.

Bahkan setelah itu, hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Forensik Denpasar juga menyatakan bahwa penyebab meninggalnya korban akibat lakalantas.

Baca juga: Napan, Desa Binaan Bank NTT di Perbatasan RI-RDTL yang Kaya akan Aneka Produk

Artinya dalam kasus tersebut tidak ditemukan adanya unsur pembunuhan terhadap korban seperti yang dikeluhkan oleh pihak keluarga korban.

Terhadap penanganan kasus yang terjadi, Polri bertindak profesional sesuai bukti yang akurat sesuai prosedur penanganan perkara yang berlaku.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berbagai isu yang menyesatkan terlebih mempercayai arwah orang yang sudah meninggal.

Sebab pembuktian unsur perbuatan pidana harus melalui pembuktian ilmiah pemeriksaan saksi-saksi, bukti-bukti, dan keterangan pendukung yang mampu membuktikan unsur dari sebuah tindak pidana. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved