Berita Polres Kupang

Diduga Tilep RP 400 JutaLebih, ASN UPTD KPH Wilayah Kabupaten Kupang Jadi Tersangka

Diduga menilep Rp 400 juta dana pemeliharaan tanaman I, reboisasi intensif dan agroforestry, AY ditetapkan tersangka.

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Gerardus Manyela
POS KUPANG.COM
KONFRES -Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto dan jajaran menggelar jumpa pers terkait kasus korupsi di Mapolres Kupang, Kamis, 10 Nopember 2022. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Gerardus Manyela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Diduga menilep Rp 400 juta dana pemeliharaan tanaman I, reboisasi intensif dan agroforestry, AY alias O, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kupang.

Pengungkapan kasus ini sekaligus menepati janji Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto untuk terus mengtungkap kasus korupsi di wilayah hukum Polres Kupang.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K.,M.H, didampingi Kasat Reskrim Iptu Lufthi D Aditya, S.TK.,S.I.K.,M.H, serta Kanit Tipikor Ipda Toby Naraha kepada wartawan , Kamis, 10 Nopember 2022) menjelaskan, Alis Yakob (AY) alias Obet (44 tahun) adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di sel Mapolres Kupang.

Saat ini, kata Kapolres Irwan, tersangka Alis Yakob alias Obet menjabat sebagai Kepala Seksi Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada UPT KPH Wilayah Kabupaten Kupang Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi NTT.

Baca juga: Tim Monev Fungsi Hukum Mabes Polri Kunjungi Polres Kupang, Apa Yang Dilakukan? Simak

Lanjut Irwan, tersangka diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tanaman I, reboisasi intensif dan agroforestry oleh tim UPT KPH wilayah Kabupaten Kupang seluas 505 hektar pada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Benain Noelmina tahun 2020 di empat desa.

Berdasarkan hasil audit dari Inspektorat Daerah Provinsi NTT, perbuatan tersangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 423.024. 000. Pencairan uang dilakukan tiga tahap.

Kapolres Irwan menjelaskan, proyek ini memiliki pagu anggaran senilai Rp 541.020.000 yang bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Benain Noelmina tahun 2020.

Dana tersebut dialokasikan untuk Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Rp 111.900.000, Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Rp 115.140.000, Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Rp 231.180.000 dan Desa Oenuntono, Kecamatan Amabi Oefeto Timur Rp 112.800.000.

Baca juga: Kabar Gembira, Urus SIM di Polres Kupang Hanya Butuh Waktu 10 Menit

Mekanisme pencairan dana ke rekening tim pelaksana pekerjaan melalui rekening BRI dalam tiga tahap, masing-masing tahap I sebesar Rp 216.408.000, tahap II sebesar Rp 162.306.000 dan tahap III sebesar Rp 162.306.000.

Namun, dalam pelaksanaannya, pekerjaan selesai tetapi uang untuk Kelompok Tani (Poktan) hanya dibayarkan Rp 117.996.000.

Dana tersebut dicairkan untuk Desa Uiasa Rp 54.986.994, Desa Fatumonas Rp 20.000.000, Desa Akle Rp 30.000.000 dan Desa Oenuntono Rp 13.000.000.

Pekerjaan, kata Kapolres Irwan, dilakukan sejak Mei 2020 dan berakhir Desember 2020. Tersangka selaku ketua pelaksana kegiatan swakelola menunjuk secara lisan Poktan sebagai pelaksana pekerjaan pemeliharaan tanaman I, tanpa didukung kontrak kerja secara tertulis.

Baca juga: Polres Kupang Tempatkan 3 Hingga 4 Personil Tiap TPS Pilkades

Seluruh dana yang dicairkan langsung diambil dan dipegang oleh tersangka tanpa melibatkan bendahara sehingga seluruh dana dikelola oleh tersangka hingga pembayaran ke Poktan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved