Pilpres 2024

Presiden Jokowi Jadi Santapan 3 Parpol, Diingatkan Jangan Terlalu Intervensi Urusan Pilpres

Presiden Jokowi kini jadi santapan tiga partai politik di Tanah Air. Ucapannya dinilai terlalu mengintervensi urusan politik praktis di negeri ini.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
INGATKAN JOKOWI - Ketua Dewan Kehormatan DPP Demokrat Hinca Panjaitan dan Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah mengingatkan Presiden Jokowi agar jangan terlalu jauh mengintervensi proses pencapresan untuk Pilpres 2024 mendatang. 

POS-KUPANG.COM - Presiden Jokowi kini jadi santapan tiga partai politik di Tanah Air. Ucapannya dinilai terlalu mengintervensi urusan politik praktis di negeri ini.

Penilaian tersebut dilontarkan para pejabat parpol baik Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, Partai Demokrat bahkan PDIP ( Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ).

Semua ini berawal dari ucapan dukungan dari Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pada momen HUT Partai Perindo.

Padahal ucapan senada juga sebelumnya disampaikan Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, saat HUT Partai Golkar.

Baca juga: Presiden Jokowi Dituntut Mundur Akbar 411, Menantu Rizieq Shihab Beberkan Alasannya

Gara-gara ucapan dukungan itu, para pejabat tiga parpol itu pun meradang. Mereka meminta Presiden Jokowi agar tak ikut campur urusan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ketua Dewan Kehormatan DPP Demokrat Hinca Panjaitan, menyebutkan, Presiden Jokowi semakin jauh dalam mengintervensi bursa pencapresan.

LEBIH DISUKAI - Prabowo Subianto merupakan calon presiden yang lebih disukai para pemilih pemula untuk menggantikan Presiden Jokowi pada Pilpres 2024 mendatang. Para generasi milenial itu mengaku lebih memilih Ketua Umum Partai Gerindra karena diyakini lebih mampu menyelesaikan masalah dibandingkan kandidat presiden lainnya.
LEBIH DISUKAI - Prabowo Subianto merupakan calon presiden yang lebih disukai para pemilih pemula untuk menggantikan Presiden Jokowi pada Pilpres 2024 mendatang. Para generasi milenial itu mengaku lebih memilih Ketua Umum Partai Gerindra karena diyakini lebih mampu menyelesaikan masalah dibandingkan kandidat presiden lainnya. (POS-KUPANG.COM)

Dikatakannya, masih banyak persoalan bangsa yang harus dipikirkan oleh Presiden Jokowi, termasuk pandemi Covid-19 daripada urusan calon presiden.

"Jadi, presiden tidak mesti terlalu jauh ikut meramaikan bursa pencapresan," ujarnya.

Dikatakannya, dengan mengalirnya dukungan dari Presiden Jokowi terhadap menterinya yang berencana mengikuti Pilpres 2024, maka hal tersebut bisa membuat jalannya pemerintah tak optimal.

Pasalnya, menteri tersebut bisa berkemungkinan tidak fokus dalam menjalankan pekerjaan sebagai pembantu Presiden.

"Di satu sisi memang baik saja, karena mengajak semua orang untuk siap berdemokrasi. Tapi di sisi lain, saya kira pemerintahan ini harus diurus secara serius oleh menteri-menterinya, dan karena itu serius jugalah mengurus rakyat ini," tandas Hinca.

Hal senada disampaikan Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah. Dia juga mengingatkan agar Jokowi tak terlibat dalam politik praktis seperti urusan Pilpres mendatang.

"Presiden RI kan tidak boleh terlibat di dalam kontestasi pemilu," kata Basarah ditemui di Bandung, Jawa Barat, Selasa 8 November 2022.

Kemudian, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Kholid menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bijak karena memprediksi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bisa mendapat jatah jadi Presiden 2024.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved