KKB Papua

Mengungsi Pasca Serangan KKB Papua, Orpa Yaam Berani Pulang ke Kampung Kisor dengan Tersenyum  

Terhitung satu tahun pasca penyerangan tersebut, Orpa Yaam berada di tempat pengungsian di Kampung Susmuk, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat

Editor: Agustinus Sape
TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
PULANG KAMPUNG - Orpa Yaam senang bisa pulang ke kampung halamannya di Kampung Kisor setelah setahun mengungsi di Kampung Susmuk, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Pemerintah Kabupaten Maybrat memulangkan para pengungsi pada Selasa 8 November 2022. 

POS-KUPANG.COM - Masih ingat kasus penyerangan Posramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat pada 2 September 2021 oleh Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB Papua.

Kasus penyerangan yang menewaskan empat anggota TNI Angkatan Darat itu telah membawa ketakutan kepada masyarakat sipil hingga mengungsi ke hutan dan kampung-kampung sekitarnya. Mereka tidak lagi merasa nyaman tinggal di kampung halamannya sendiri.

Salah satu warga Kampung Kisor yang mengungsi adalah Orpa Yaam. Terhitung satu tahun pasca penyerangan tersebut, Orpa Yaam berada di tempat pengungsian di Kampung Susmuk, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.

Pada Selasa 8 November 2022, Orpa Yaam bersama ratusan orang lain bisa pulang ke kampung halaman mereka di Kisor.

Kepulangan Orpa Yaam menjadi kabar sukacita bagi keluarganya, terutama karena akan bisa merayakan hari raya Natal bersama.

"Saya dan keluarga tinggalkan kampung Kisor sejak September 2021. Hari ini, saya sangat senang serta bersyukur bisa pulang dan nanti bisa merayakan Natal di sini," kata Orpa Yaam kepada TribunPapuaBarat.com.

Orpa Yaam bilang, keberadaan TNI dan Polri di Kampung Kisor membuat semangat dan merasa aman untuk tetap tinggal di Kampung Kisor.

Ia merasa aman karena TNI, Polri, dan pemerintah terus menjamin keamanan di wilayah konflik itu.

"Kami senang karena ada bapak-bapak TNI dan polisi serta pemerintah yang menjaga kami di sini," kata Orpa Yaam sambil tersenyum.

Ia mengaku tak bisa tinggal lama-lama di pengungsian di Kampung Susmuk karena bukan kampung halamannya.

Perempuan itu pun bertekad untuk membangun kembali kehidupannya dan keluarga di Kampung Kisor.

"Saya sebagai petani, pasti akan berkebun setiap hari," ujar Orpa Yaam.

"Kalau anggota (petugas keamanan) tetap di sini, kami juga bertahan. Kalau anggota pulang kami juga angkat kaki," katanya.

Selama mengungsi, ucapnya, pendidikan anak-anaknya dipindahkan ke Kampung Susmuk.

"Anak-anak kami sekolah di Susmuk. Kebetulan kami mengungsi juga di rumah keluarga."

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved