Kapal Cantika 77 Terbakar

Kapal Cantika 77 Terbakar, Keluarga Penumpang Rolly Pella Minta PT Dharma Indah Tanggungjawab

PT Dharma Indah sebagai penanggungjawab KFC Cantika Express 77 wajib bertanggungjawab sebagai penyedia jasa

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
KELUARGA - Ernest Pella, Kakak kandung dari Penumpang Rolly Pella yang masih dinyatakan hilang bersama 15 korban KFC Cantika Express 77. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Keluarga penumpang, Rolly Pella meminta PT Dharma Indah beranggungjawab atas kematian korban di KFC Cantika Express 77.

Kakak kandung korban, Ernest Pella dengan berat hati menandatangani Berita Acara Penghentian Operasi SAR saat rapat evaluasi di Kantor Pencarian dan Penyelamatan Kelas A Kupang, Rabu 2 November 2022.

Penumpang bernama Rolly Pella bersama  15 orang korban hilang KFC Cantika Express 77 hingga penutupan Operasi SAR belum dapat ditemukan.

Kepada POS-KUPANG.COM, Ernest Pella mengatakan bahwa pihak keluarga ikhlas adik kandungnya masih belum ditemukan.

Baca juga: Kapal Cantika 77 Terbakar, Operasi SAR Pencarian Korban Hilang Dihentikan 

Ernest meminta agar pihak perusahaan PT Dharma Indah sebagai penanggungjawab KFC Cantika Express 77 wajib bertanggungjawab sebagai penyedia jasa dan korban juga membayar tiket dan masuk dalam manifest penumpang.

Terhadap penghentian Operasi SAR, pihak keluarga korban sangat menghormati karena Operasi SAR sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan dalam ketentuan aturan perundang-undangan.

Namun perusahaan pengelola KFC Cantika 77 harus bertanggungjawab dengan cara mengeluarkan biaya tambahan untuk operasional dalam mencari para korban hilang sampai batas maksimal hingga ditemukan.

Perusahaan penyedia jasa angkutan wajib bertanggungjawab penuh dan jangan hanya menumpang pada kegiatan operasi yang dilakukan oleh Tim Gabungan Basarnas dan Pemerintah saja.

Baca juga: Kapal Cantika 77 Terbakar, 20 Alih Waris Korban Terima Santunan dari Jasa Raharja 

Terhadap pencarian korban, Ernest mengaku empat orang anaknya ikut bersama Tim SAR melakukan pencarian terhadap para korban.

Bahkan saat ini tiga orang anaknya masih berada di Naikliu untuk bersama Tim Sar dan nelayan setempat mencari para korban hilang, dan harapannya bisa menemukan korban dan memakamkannya secara layak. (CR14)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved