Gangguan Ginjal Akut

Gangguan Ginjal Akut Misterius, Dinkes Manggarai Catatkan Gagal Ginjal Kronis 7 Kasus

Puji tuhan sampai hari ini belum ada kasus GGA di Manggarai semoga selanjutnya juga anak-anak manggarai

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
JUMPA PERS - Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Marten Oman (Kiri), Theresi Gandi Kabid SDK Dinas dan Gabriel Amir Kabid P2P Dinkes Manggarai saat memberikan keterangan pada Jumat 21 Oktober 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai mencatat hingga kini belum menemukan kasus gagal ginjal Akut (GGA) pada anak di wilayah Kabupaten Manggarai. Namun Dinkes mencatat gagal ginjal kronis di Kabupaten Manggarai berjumlah 7 Kasus.

Gagal Ginjal Klinis (GGK) terjadi pada anak  itu berdasarkan data yang dihimpun dari RS.Ben Mboy Ruteng, terhitung sejak 2018 sampai 2021. Namun hinggal kini belum di ketahui secara pasti terkait penyebabnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Gabriel Amir kepada TRIBUNFLORES.COM, menyampaikan untuk kasus GGA (gangguan ginjal Akut) Progresif Atipikal pada anak umur 0 -18 tahun untuk sementara per hari ini tgl 21 Oktober 2022 belum ada kasus. 

Baca juga: Tanah Longsor, Tembok Rumah Warga di Desa Macang Tanggar Manggarai Barat Jebol

"Puji tuhan sampai hari ini belum ada kasus GGA di Manggarai semoga selanjutnya juga anak-anak manggarai dijauhkan dari penyakit GGA,"ujar Gabriel

Hingga saat ini berbagai upaya preventif sudah dilakukan oleh Dinkes Manggarai dengan sekaligus menindaklanjuti Himbauan dari Kemenkes RI untuk memberhentikan sementara resep obat bentuk cair dan sirup dilayangkan kepada Rumah Sakit, UPTD Puskesmas, Apotek dan Layanan Kesehatan di Kabupaten Manggarai hingga Masyarakat Umum.

Sekertaris Dinas Kesehatan Manggarai Marten Oman menyampaikan Dinkes Manggarai tidak hanya melayangkan surat kepada Layanan kesehatan selain itu juga kepada orang tua bekerja sama dengan Dinas PPO Kabupaten Manggarai dan Kemantrian Agama.

"Kita juga sudah menghimbau kepada masyarakat rentan, seperti sekolah-sekolah.Kami sudah melayangkan surat kepada Dinas PPO dan Kemantrian Agama untuk sama-sama melakukan langkah antisipatif," ungkap Marten 

Menindaklanjut itu, Dinkes Manggarai juga  melakukan pengecekan langsung langsung ke setiap layanan kesehatan pada Senin mendatang untuk memastikan penyaluran Jenis Obat Cair dan Sirup diberhentikan sementara.

Baca juga: Askab PSSI Manggarai Timur Gelar Pelatihan Wasit Berlisensi Buat 48 Orang Peserta

Kerjasama lintas sektor sangat diharapkan oleh Dinkes Manggarai, baik distributor, pelaku usaha (obat/Apotek) , organisasi profesi, tokoh masyarakat, Agama lebih khusus Masyarakat (Orang tua) dalam hal pengendalian dan pengawasan terhadap anak-anak (Kolaborasi) pemerintah, pelaku usaha, masyarakat dan lembaga perlindung konsumen dan Rekan-rekan pers (media massa) untuk selalu memberikan edukasi dan informasi sehingga kasus GGA yang terjadi saat ini cukup viral tidak terjadi di kabupaten Manggarai.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved