Berita Malaka

Diduga Pencemaran Nama Baik, Polres Malaka Masih Pelajari Kasus Bupati Malaka Dengan Anggota DPRD

ini tentunya akan hadirkan ahli bahasa untuk memberi keterangan terkait dengan maksud dari pernyataan 'masuk angin'

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Humas Polres Malaka
MALAKA - Kapolres Malaka, AKBP Rudi Junus Jacob Ledo, SH., S.I.K. saat pimpin apel pagi di halaman Polres Malaka, Desa Wehali, pada Senin 12 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka 

POS-KUPANG.COM, BETUN - Polres Malaka sampai saat ini masih mempelajari kasus dugaan pencemaran nama baik antara Bupati Malaka, Simon Nahak dengan Ketua Komisi III DRPD Malaka, Henri Melky Simu.

Hal ini disampaikan Kapolres Malaka, AKBP Rudi Junus Jacob Ledo, SH., S.I.K., melalui Kasat Reskrim IPTU Djoni Boro, SH,  kepada Pos Kupang di ruang kerjanya di Betun, Rabu 19 Oktober 2022.

"Kita masih mempelajari," kata Djoni Boro.

Untuk saat ini, kata IPTU Djoni Boro, Reskrim akan mempelajari perkara tersebut apakah masuk dalam tindak pidana atau merupakan suatu kritik saran biasa dari terlapor. 

Baca juga: Diduga Pencemaran Nama Baik, Bupati Malaka Akan Polisikan Ketua Komisi III DPRD Malaka

"Pihaknya akan melakukan gelar internal di Reskrim untuk mempelajari kasus ini," ucapnya. 

Dikatakan, pihaknya akan melihat situasi dan tempatnya, kalau terlapor dalam posisi menjalankan tugasnya di rapat-rapat paripurna memang itu tugasnya DPR untuk memberi kritikan. 

"Tapi kita masih melihat disitu ada bahasa atau frasa antara 'masuk angin dan proyek' ini ada keterkaitan. Jadi kita masih pelajari dulu," ujarnya. 

Sehingga pihaknya sudah memberi undangan klarifikasi untuk wartawan yang menulis kasus tersebut. Apakah ia mewawancarai Ketua Komisi III DPRD Malaka  Henri Melky Simu dalam rapat paripurna atau di luar rapat paripurna. 

Baca juga: Bupati Malaka Simon Nahak Bicara Program SAKTI pada Acara Kabar dari Batas 

"Kita sudah memberi undangan klarifikasi namun katanya masih ada kedukaan di Kupang," jelas Djoni Boro. 

Menurutnya, ini tentunya akan hadirkan ahli bahasa untuk memberi keterangan terkait dengan maksud dari pernyataan 'masuk angin' tersebut. 

Henri Melky Simu dilaporkan ke polisi karena diduga telah melakukan pencemaran nama baik atau fitnah terhadap Bupati Malaka yang mengatakan 'bupati Malaka jangan-jangan masuk angin'.

Dengan dasar ini Bupati Malaka melalui kuasa hukumnya atas nama Melkianus Conterius Seran, Wilfridus Son Lau, SH., MH, Ferdinandus Maktaen, SH, dan Silvester  Nahak, SH, melaporkan Ketua Komisi III DRPD Kabupaten Malaka Henri Melky Simu ke pihak kepolisian.

Hal ini berdasarkan laporan polisi dengan nomor: LP / B / 152 / X / 2022 / SPKT / Polres Malaka. Pada 11 Oktober 2022.

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved