Berita NTT

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Klaim Kasus Kekurangan Gizi Bagi Anak di NTT Turun 18 Persen

Stunting merupakan kondisi ketika tinggi badan anak lebih pendek daripada standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.HUMAS NTT
POSE BERSAMA- Gubernur NTT Viktor Laiskodat pose bersama para camat dan kepala desa usai memberikan arahan pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sumba Tengah, Minggu 9 Oktober 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengklaim kondisi gagal tumbuh anak atau Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah turun ke angka 18 persen.

Untuk diketahui bahwa Stunting merupakan kondisi ketika tinggi badan anak lebih pendek daripada standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. 

Hal ini diutarakan Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat rapat kerja bersama Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Sumba Tengah, Minggu 9 Oktober 2022.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah untuk gencar melakukan pemberdayaan masyarakat dengan program pembangunan terkhususnya dalam penanganan stunting, kemiskinan ekstrim dan pengendalian inflasi.

Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, ia menyebut, hal itu akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Muaranya pada hasil kerja yang jelas dan bermanfaat. 

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Komit Turunkan Angka Stunting

Para pemimpin ditegask untuk tidak kerja asal-asalan. Menurutnya, pemimpin perlu memiliki visi dan misi jelas sewaktu berada ditengah masyarakat. 

"Saya lihat Kabupaten Sumba Tengah ini mulai bertumbuh dengan baik. Walaupun tercatat sebagai salah satu kabupaten miskin di NTT tetapi saya lihat mulai bertumbuh perlahan. Dengan capaian data-data pembangunan seperti penurunan angka stunting di Kabupaten ini maka aya apresiasi Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan terima kasih atas pencapaian itu. Saya senang juga karena stunting di NTT saat ini sudah turun hingga 18 persen. Saya mau agar angka stunting ini harus terus kita turunkan," kata Gubernur.

Provinsi NTT, kata dia, setiap tahun memiliki investasi anggaran sebesar 42 triliun dari APBD. Untuk itu, perlu dimanfaatkan dengan maksimal dalam mengelola tiap anggaran dengan produktifitas yang tinggi serta efektif.

Bagi Viktor, ini merupakan ciri khas orang yang punya tekad kuat. Walaupun dengan anggaran yang sedikit tetapi bisa bekerja maksimal. 

Ia menyinggung, krisis pangan dan energi yang diperkirakan bakal terjadi di tahun depan. Perintah Presiden Jokowi agar gubernur melakukan percepatan pembangunan dalam kesiapan menghadapi ancaman tersebut. 

"Maka itu saya terus melakukan rapat kerja di setiap kabupaten agar kita ada dalam satu kesatuan gerakan," ucapnya.

Program-program, menurut Viktor, harus dinikmati masyarakat. Ia mendorong peningkatan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) untuk mengentaskan kemiskinan serta budidaya hortikultura  dalam membantu pengendalian inflasi.

"Untuk itu maka kita manfaatkan dengan baik semua lahan yang kita miliki sehingga produktifitas kita maksimal. Dalam menghadapi krisis pangan bukan hanya produktifitas beras saja tetapi juga dengan  pengembangan sorgum yang diminta langsung Bapak Presiden untuk dikembangkan lebih lanjut di NTT," jelasnya.

Mantan anggota DPR RI itu berujar alokasi Dana Desa untuk BLT tidak harus 40 % . Ia justru menyarankan agar dimasukkan dalam program TJPS. Dengan begitu akan membantu masyarakat menekan kemiskinan. 

"Anggaran dari dana desa juga bisa kita masukan dalam pemberdayaan masyarakat seperti pengembangan hortikultura seperti cabe dan bawang dan ini akan sangat membantu dalam pengendalian inflasi," ujarnya.

Baca juga: Bupati Kupang Korinus Masneno Optimis Stunting Turun Jadi 9,34 Persen di Tahun 2024

Disamping itu, data miskin masyarakat juga perlu diperhatikan. Ini dimaksudkan  agar masyarakat miskin yang tergolong usia produktif bisa mengambil bagian dalam Program TJPS. Sehingga akan memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat tersebut.

Semua pimpinan yang ada di NTT diminta agar menjadi sebuah tim solid. Bagian ini menjadi penting dalam menggerakan program kerja di lapangan bersama masyarakat. Khususnya, pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata dan lainnya. (Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved