Berita Kupang

Stunting di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang Dilaporkan Naik

Kenaikan angka penting di kecamatan Amaris Selatan ini menurut Sabuin dipicu karena penggunaan metode baru pengukuran balita

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
Puskesmas Sonraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Kepala Puskesmas Sonraen Apdon Sabuin melaporkan kasus Stunting di kecamatan Amarasi Selatan kembali naik setelah pengukuran di bulan timbang Agustus selesai.

"Sesuai data bulan timbang Februari 2022 terdapat 148 anak alami stunting atau 20,67 persen. Sementara pada bulan timbang Agustus mengalami peningkatan  dan terdapat 174 anak alami stunting," ungkap Kepala Puskesmas Sonraen Apdon Sabuin, Kamis 6 Oktober 2022.

Kenaikan angka penting di kecamatan Amaris Selatan ini menurut Sabuin dipicu karena penggunaan metode baru pengukuran balita dengan model Extensible Provisioning Protocol Balita  di Bawah Garis Merah ( EPP - BGM).

Baca juga: Kampung KB di Kabupaten Kupang Sejak 2016 Sukses Mencetak Penduduk Berkualitas

Hal ini juga menyangkut pembersihan data maupun data yang belum terentri dan dapat dipastikan semua balita yang hadir di Posyandu pada saat bulan timbang.

"Sehingga hasil jumlah balita keseluruhan di Kecamatan Amarasi Selatan berjumlah 920 balita. Ini berdasarkan data bulan timbang Agustus kemarin," bebernya.

Desa Nekmese menjadi penyumbang tertinggi kasus stunting di kecamatan Amara Selatan dengan 33,82 % atau 65 balita yang terkena stunting sementara desa kelurahan lain berada di bawah 20 % .

Dari 65 wanita penyumbang standing ternyata 50 % nya berada di posyandu Tababa dimana dari 52 anak diantaranya 33 anak alami standing.

Pihak Puskesmas juga terus melakukan intervensi untuk meningkatkan pelayanan demi menurunkan angkatanting di kecamatan Amarasi Selatan.

Baca juga: Ketua DPRD Apresiasi Penegakan Disiplin ASN di Kabupaten Kupang

Mereka meningkatkan pelayanan  di Pustu- Pustu dengan memastikan Ibu hamil  mendapatkan pelayanan tablet tambah darah,  pemberian PMT bumil KEK  dan pemberian biskuit  bagi balita yang mengalami stunting serta melakukan advokasi di tingkat desa/kelurahan untuk menanggulangi masalah sunting secara serius.

Sementara Pemerintah Kabupaten Kupang juga secara serius terus menggenjot dan melakukan pendekatan dengan lintas sektor untuk penurunan stunting di Kabupaten Kupang

"Kami optimis bahwa program dasar akan mempercepat penurunan angka prevalensi stunting dari tahun ini 19,88 % menjadi 9,34 % di tahun 2024," ujar Bupati Kupang Korinus Masneno sesumbar.

Baca juga: Wabup Jerry Manafe Klaim Stunting di Kabupaten Kupang Turun 5 Persen

Untuk mewujudkan hal tersebut Kampung KB menjadi satu program yang bisa dengan cepat mewujudkan optimisme Pemkab Kupang.

Dalam lintas stakeholder Bupati akan melakukan dialog terbuka bahas tentang peranan intervensi yang dilakukan oleh berbagai sektor untuk mewujudkan delapan fungsi keluarga dalam merealisasikan kualitas manusia. Hal itu menurut Bupati bisa mengembangkan Kampung KB.

Selain pengembangan Kampung KB Kabupaten Kupang juga sedang melakukan program dapur sehat untuk mengatasi stunting atau yang biasa dikenal dengan Dashat.

Program ini dilakukan bagi para calon pengantin ibu hamil ibu menyusui bayi 2 dan 3 tahun dari keluarga kurang mampu.

Kami yakin bahwa melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif maka akan terjadi cukup pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga beresiko stunting. (cr9)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved