Berita Manggarai Timur

Dinas Koperasi Manggarai Timur Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan dan Halal Bagi Pelaku Usaha

Para pelaku usaha ini berasal dari Kecamatan Borong, Rana Mese, Kota Komba, Lamba Leda Selatan, Lamba Leda Utara, dan Kecamatan Lamba Leda Timur. 

Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
SOSIALISASI - Kegiatan sosialisasi Keamanan pangan dan halal bagi pelaku usaha, Selasa 4 Oktober 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Pemkab Manggarai Timur melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Kabupaten Manggarai Timur ( Matim ) memfasilitas dengan melakukan sosialisasi Keamanan Pangan dan Halal bagi 30 orang peserta pelaku usaha yang memiliki prodak usaha. 

Para pelaku usaha ini berasal dari Kecamatan Borong, Rana Mese, Kota Komba, Lamba Leda Selatan, Lamba Leda Utara, dan Kecamatan Lamba Leda Timur. 

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 3-4 Oktober 2022. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kevikepan Borong, di Golo Lada, Kecamamatan Borong.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Timur, Fransiskus Petrus Sinta, SP.,MMA. Dengan pemateri dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT,  Mohamad Moa. 

Baca juga: Angka Stunting di Manggarai Timur Turun Jadi 9,6 Persen 

Hadir juga Kabid Industri, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Vinsensius Mahus dan Kepala Seksi Produksi, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM selaku Ketua Panitia, Adrianus Ompor bersama anggota panitia. 

Fransiskus kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 4 Oktober 2022, menerangkan, tersedianya pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi merupakan prasyarat yang harus dipenuhi dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. 

Upaya penyediaan pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi bagi masyarakat tersebut, tentunya harus melibatkan masyarakat itu sendiri. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengerti yakni mencegah penyalahgunaan bahan kimia berbahaya pada pangan, penyediaan pangan yang aman dan bermutu, serta menjaga kondisi pangan tetap higienis dan sanitasi lingkungan yang baik. 

Baca juga: Pendataan Awal Regsosek 2022, 343 PPL Ikut Pelatihan di Manggarai Timur

Fransiskus juga menjelaskan, berdasarkan pemetaan perwilayahan industri, Provinsi NTT merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan industri kecil menengah karena bertepatan dengan pesatnya pertumbuhan industri Pariwisata dunia dengan komodo sebagai ikon utamanya sehingga flores menjadi destinasi unggulan di dunia saat ini. Hal ini merupakan peluang bagi pengembangan IKM dan industri kreatif. 

Dikatakan Fransiskus, menyambut lahirnya gagasan tersebut, berbagai langkah telah ditempuh oleh Pemerintah Daerah untuk menggugah minat pegiat IKM agar semakin fokus pada urusan pembinaan dan pengembangan sektor IKM. Pemerintah Daerah telah mengalokasi anggaran rutin untuk memperkuat para pengrajin tenun.

Adapun kata Fransiskus, adapun sejumlah kegiatan yang dilakukan diantaranya yakni memberikan bantuan peralatan dan kemasan bagi Pelaku IKM melalui hibah daerah secara rutin setiap tahun anggaran.

Melakukan pelatihan bagi pegiat IKM agar memiliki keahlian dan kemampuan. Memastikan produk IKM berdaya saing dengan ikut terlibat dalam ajang promosi di berbagai event penting.

Di Tahun Anggaran 2022 ini, melalui Dana Alokasi Khusus, Pemerintah Daerah Manggarai Timur telah membangun Sentra Pisang yang berlokasi di Golo Lada, Kelurahan Rana Loba,Kecamatan Borong. Centra pisang ini nantinya akan digunakan oleh para pelaku IKM untuk pengolahan pisang untuk berbagai kegiatan produksi dan promosi berbagai produk pengolahan pisang. 

Fransiskus juga mengatakan, kebijakan ini diharapkan berperan penting dalam membangkitkan optimisme terus berkembangnya IKM di Kabupaten Manggarai Timur sehingga membawa manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteran masyarakat, dan memicu pertumbuhan ekonomi daerah. 

Fransiskus juga berharap agar kegiatan ini akan memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk mendapatkan informasi terkait pengelolaan pangan baik serta cara pengurusan izin pangan industri rumah tangga dan halal sehingga bisa semaksimal mungkin memanfaatkannya demi meraih peluang mendirikan rintisan usaha tenun. 

Mohamad Moa, dalam kesempatan itu, mengatakan, sosialisasi ini dengan tujuan agar para pelaku usaha mendapatkan ijin halal, dan juga mendapatkan sertifikat yang higenis dan sanitasi lingkungan yang baik.  

Hal ini bertujuan juga untuk memberikan kenyamanan dan kenyamanan kepada masyarakat umum dalam mengkonsumsi bahan-bahan makanan yang halal dan juga meningkatkan omset bagi pelaku usaha sendiri. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved