CWGI Kumpul 20an Jurnalis Indonesia Bahas Isu Hak Asasi Perempuan

Cedaw Working Group Indonesia atau CWGI, mengumpulkan atau mengajak 20-an Jurnalis membahas berbagai isu Hak Asasi Perempuan

POS KUPANG/NOVEMY LEO
Listyowati dari Cedaw Working Group Indonesia atau CWGI 

POS-KUPANG.COM, PK - Cedaw Working Group Indonesia atau CWGI, mengumpulkan atau mengajak 20-an Jurnalis media cetak dan media online se-Indonesia guna membahasa berbagai isu terkait Hak Asasi Perempuan.

Acara diskusi itu dikemas dalam Training Jurnalis tentang Kebijakan Hukum dan Hak Asasi Perempuan di Indonesia ini digagas oleh CWGI, Konde.com dan YAPPIKA, selama dua hari sejak Sabtu (29/9) Minggu (1/10).

Saat membuka kegiatan, Listyowati atau Lilis dari CWGI menjelaskan, profil CWGI. Lilis mengatakan, CWGI merupakan kelompok organisai masyarakat sipil yang konsen terhadap penegakkan Hak Asasi Perempuan.

"CWGI adalah organisai dan individu, jaringan lintas daerah yang beranggotakan 27 organsiai dan individu," kata Lilis saat menyapa puluhan jurnalis yang mengikuti Training Jurnalis tentang Kebijakan Hukum dan Hak Asasi  Perempuan di Indonesia, Sabtu (30/9) melalui zoom.

Lilis mengatakan, kegiatan bersama dengan jurnalis ini dilakukan untuk belajar bersama-sama tentang mekanisme HAM Nasional, HAM Internasional. Dengan maksud untuk mengupayakan advokasi Hak Asasi Perempuan Indonesia guna mendorong pemerintah agar bisa menegakkan hak asasi perempuan.

Listyowati dari Cedaw Working Group Indonesia atau CWGI
Listyowati dari Cedaw Working Group Indonesia atau CWGI (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

"Karena kami menyadari bahwa penegakan Hak Asasi Perempuan tidak bisa dilakukan sendiri, tidak mungkin kelompok masysrakat sipil bergerak sendiri tanpa melibatkan banyak kalangan," kata Lilis.

Lilis mengatakan, pihaknya sadar betul pentingnya menggandeng media dan jurnalis dalam upaya menegakkan Hak Asasi Perempuan. "Kami sadar betul, kelompok jurnalis punya suatu ruang yang cukup besar dan keterkaitan dengan upaya-upaya yang selama ini dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil," kata Lilis.

Karena itu, kegiatan ini dilakukan guna menyamakan persepsi dan membagi berbagai informasi penting dan menark terkait upaya menegakkan Hak Asasi Perempuan.

"Kami berinisiasi bagaimana kalau kita bangun diskusi, memberi informasi. Saya yakin banyak teman yang sudah mendengar mekanisme HAM internasional dan nasional. Bagaimana kita bangun diskusi kembalid dengan jurnalis sehingga banyak hal bisa kita bagi," kata Lilis.

Dan Lilsi berharap agar diskusi ini tidak berhenti hanya dalam waktu dua hari pelatihan tapi bagaimana diskusi ini terus dibangun dan diperjuangkan sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing.

"Kita sadar bahwa khusus Hak Asasi Perempuan, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) bolongnya untuk bisa penuhi Hak Asasi Perempuan di Indonesia. Baik bidang kesehatan, pendidikan, tenaga kerja dan lainnya. Termasuk isu krusial yang masih ada sejak konggres perempuan 1928 masih ada sampai sekarang. Artinya persoalan Hak Asasi Perempuan di Indonesia masih terus ada yang berkembang dengan pola berbeda," jelas Lilis. (vel)

 

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved