Liga 1 Tragedi Kanjuruhan

Liga 1 Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Perintahkan PSSI Hentikan Kompetisi, Mahfud MD Beri Pernyataan

Kerusuhan Kanjuruhan, Presiden Jokowi ( Joko Widodo) perintahkan PSSI hentikan kompetisi Liga 1, Mahfud MD beri pernyataan

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
JOKOWI MINTA HENTIKAN - Kerusuhan Kanjuruhan, Presiden Jokowi ( Joko Widodo) memerintahkan PSSI ( Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) menghentikan kompetisi Liga 1 2022-2023. Tampak suasana di area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam. 

POS-KUPANG.COM - Kerusuhan Kanjuruhan, Presiden Jokowi ( Joko Widodo) memerintahkan PSSI ( Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) menghentikan kompetisi Liga 1 2022-2023.

Sementara Menko Polhukam Mahfud MD juga memberikan pernyataan sehubungan kejadian tersebut.

Perintah Presiden Jokowi itu disampaikan sehubungan terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022).

Dalam kerusuhan tersebut, ratusan orang meninggal dunia.

Penghentian kompetisi sepakbola itu dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan evaluasi terkait kerusuhan tersebut.

Sementara Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti sejumlah hal yang dinilai menjadi faktor yang turut memicu kerusuhan itu.

Pertama, panitia abaikan usul kepolisian. Menurut Mahfud MD, panitia pelaksana Arema FC diduga mengabaikan usulan aparat kepolisian terkait laga sengit itu.

Menurut dia, aparat kepolisian sempat mengusulkan kepada panitia supaya laga digelar pada sore hari.

Baca juga: Diky Soemarno: Tragedi di Kanjuruhan Terburuk di Indonesia, Jangan Ada Lagi Pertandingan Malam Hari

Selain itu, kata Mahfud MD, aparat keamanan juga meminta supaya jumlah penonton disesuaikan dengan kapasitas stadion, yakni sebanyak 38.000 orang.

“Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,” ujar Mahfud dalam keterangan pers pada Minggu (2/10/2022).

Kedua, bukan bentrok antarsuporter. Menurut Mahfud MD, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan bukan bentrokan antarsuporter.

"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar suporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Suporter di lapangan hanya dari pihak Arema,” tegas Mahfud MD.

Ketiga, korban meninggal diduga karena berdesakan.  

Menurut Mahfud MD, korban meninggal dalam kerusuhan itu diduga akibat terinjak-injak atau sesak napas akibat berhimpitan untuk berebut keluar dari stadion.

Baca juga: Liga 1 Kerusuhan Kanjuruhan, Kemenangan Pertama Persebaya di Kandang Singo Edan

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved