Berita Ende

Koalisi Kopi Gelar lokakarya Aksi Orang Muda untuk Perubahan Iklim di Regional Flores Barat

Koalisi Kopi Regional Flores Barat yang menaungi wilayah Maumere, Ende, Bajawa, Borong, Ruteng, dan Labuan Bajo kembali menggelar kegiatan lokakarya

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
SAMPAIKAN MATERI- Kepala Desa Detusoko Barat, Nando Watu menyampaikan materinya tentang basis produksi di Aula Olangari Ende. Kegiatan ini digagas oleh dua organisasi di antaranya Teras Mitra yang berkedudukan di Jogjakarta 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE- Koalisi Orang Muda untuk Perubahan Iklim atau Koalisi Kopi Regional Flores Barat yang menaungi wilayah Maumere, Ende, Bajawa, Borong, Ruteng, dan Labuan Bajo kembali menggelar kegiatan lokakarya aksi orang muda untuk Perubahan Iklim.

Kegiatan yang digagas oleh dua organisasi di antaranya Teras Mitra yang berkedudukan di Jogjakarta dan Hutan Itu Indonesia yang beralamat di Jakarta tersebut dilaksanakan di Aula Olangari Ende selama dua hari yang dimulai dari 30 September 2022 - 1 Oktober 2022.

Fasilitator Lapangan Koalisi Kopi Regional Flores Barat Efraim Mbomba Reda mengatakan bahwa, tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi maupun pemahaman kepada 16 perwakilan komunitas anak muda yang ada di Flores bagian barat supaya semakin memahami isu perubahan iklim dan semakin mengenal terkait dengan persoalan di wilayah mereka masing-masing.

"Jadi kegiatan lokakarya ini adalah kegiatan lokakarya yang kedua. Karena sebelumnya dilaksanakan di Detusoko pada bulan April lalu setelah kegiatan lokakarya yang pertama teman-teman orang muda sudah melakukan aksi di lingkungan mereka masing-masing dan lokakarya yang kedua ini momen untuk refleksi kembali aksi yang sudah dilakukan dan merancang ide aksi yang lebih tajam lagi terkait dengan krisis iklim ini," jelasnya.

Selain itu, jelas Efraim, kegiatan lokakarya tersebut dilakukan untuk mengkonsolidasi para peserta dalam rangka mempersiapkan diri kegiatan pra pesta rakyat Flobamora yang akan dilaksanakan di Kupang pada bulan November 2022 mendatang.

Baca juga: Detusoko Barat Tawarkan Geliat Wisata  Premium Ala Kampung Dalam Seminar Nasional SAME 4 Labuan Bajo

"Nanti di sana akan ada kegiatan Festival Pesta Rakyat Flobamora sebagai judul besarnya, tetapi sub tema ada terkait dengan persoalan perubahan iklim. Ada konser, ada stand up, dan ada pameran aksi iklim yang sudah dilakukan oleh komunitas anak muda yang ada di NTT," ujarnya.

Dalam kegiatan lokakarya tersebut, Koalisi Kopi Regional Flores Barat menghadirkan sejumlah pembicara hebat diantaranya Anastasia Yosepha Yuyun dari Yayasan Bambu Lestari yang membawakan materi krisis iklim, Maria PM Seda dari Klub Buku Petra yang menyampaikan materi tentang pengorganisasian masyarakat, materi basis produksi dibawakan oleh Kepala Desa Detusoko Barat Ferdinandus Watu, dan materi alat-alat advokasi dan diplomasi yang dibawakan oleh John Thomas Ire selalu District Coordinator USAD-MCGL.

Ia berharap, para peserta yang hadir dalam kegiatan lokakarya tersebut bisa memahami persoalan krisis iklim yang ada di lingkungan masing-masing dan dapat bergerak melakukan kampanye kepada masyarakat yang ada di wilayah masing-masing.

Selain itu, ia berharap, isu iklim ini bukan hanya menjadi konsumsi bagi aktivis yang peduli iklim dan aktivis yang peduli lingkungan, tetapi semua pihak juga semakin peduli dengan isu iklim ini dan menjadikan isu iklim menjadi persoalan bersama.

"Jadi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, dan semua pihak harus bergerak bersama-sama menyikapi persoalan iklim karena kita tahu bahwa ini isu yang kurang seksi tetapi dampak akan ada di kemudian hari seperti yang kita alami di waktu yang lalu yaitu badai seroja," jelasnya.

Baca juga: Menteri Sandiaga Uno Rangsang Desa Detusoko Barat Jadi Desa Kreatif demi Ekonomi Bangkit 

Sementara itu, seorang peserta lokakarya dari Komunitas Madu Ata Nisar Labuan Bajo, Efasius Nanggor mengaku sangat senang dan antusias dengan kegiatan lokakarya tersebut. Sebab kegiatan tersebut penting bagi anak-anak muda supaya bisa peduli terhadap krisis perubahan iklim.

"Meskipun di lapangan kami melaksanakan bersama kegiatan dengan masyarakat tetapi kami tidak tahu itu apa. Misalnya di komunitas, kami masyarakat menjual madu. Selain membantu perekonomian masyarakat, kami juga memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya ambil air madu saja, jangan sampai mereka membakar sehingga merusak sarang madu," ungkapnya.

Kedepan, Efasius berkomitmen, memberikan pemahaman dan juga edukasi kepada seluruh masyarakat di komunitasnya supaya mereka paham tentang persoalan krisis iklim sehingga persiapan tentang krisis iklim menjadi persoalan bersama. (tom)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved