Kabar Artis

Krisdayanti Bantu 10 Ton Amsi untuk Atasi Stunting di Kota Batu, Natizen Puji: Secantik Hatimu

Dia Krisdayanti yang juga istri Raul Lemos itu memberikan bantuan 10 ton Makanan Tambahan Pendamping Asi (MPASI) untuk watga Kota Batu , Jawa Timur

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
Instagram
BANTUAN -- Krisdayanti menyerahkan bantuan 10 ton Makanan Tambahan Pendamping Asi (MPASI) untuk watga Kota Batu , Jawa Timur 

jassa.f00ll0wers *** SANGAT REKOMMENDASI KA

lindarisaa *** Mau nanya bu, kenapa bantuan kaya gini kalo sampe dikampung tanggal kadalursa sudah dekat????? Sebelumnya belum diperhitungkan jangka pengirimannya atau bagaimana,, seringnya 2bulan lagi udah mau kadaluarsa, padahal produksi sudah dari 2tahun yg lalu,,,,

Baca juga: Sarah Menzel Siap jadi Mantu Krisdayanti, Kekasih Azriel Jadi Bagian Keluarga di Acara Ameena

nya obesitas nih kelebihan

khatibykamaludin402 *** Majukan kota Batu untuk indonesia

bundaamiira *** Saaya buusui konsumsii proddukk @langsing__sehat tuuurnn 10kilo makasiih yaa sarannyaa

Dikutip dai stunting.go.id Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin memaparkan bahwa berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4 persen, atau menurun 6,4 persen dari angka 30,8 persen pada 2018.

“Pemerintah mempunyai target untuk menurunkan prevalensi hingga 14 % pada tahun 2024. Itu artinya, kita harus menurunkan prevalensi sebesar 10,4 % dalam 2,5 tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapainya,” tuturnya.

Untuk itu, Wapres selaku Ketua Tim Pengarah TPPS berharap setiap Kementerian/Lembaga (K/L) dapat menyusun rencana pencapaian setiap target antara yang menjadi tanggung jawabnya dan memastikan kecukupan dana, sarana, serta kapasitas implementasinya.

Baca juga: Krisdayanti Bantu 10 Ton Amsi untuk Atasi Stunting di Kota Batu, Natizen PujI: Secantik Hatimu

“Pelaksanaan program harus dipantau, dievaluasi dan dilaporkan secara terpadu dan berkala. Sehingga dapat diketahui perkembangan, capaian, dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, yang kemudian kita bisa mengambil langkah berikutnya untuk memastikan target prevalensi 14 % pada tahun 2024 bisa dicapai,” pintanya.

Lebih jauh, Wapres menekankan bahwa Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua tim pelaksana penanganan stunting perlu didukung seluruh K/L terkait sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Selain itu, perlu dipastikan agar Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) digunakan sebagai pedoman untuk percepatan penurunan stunting di tingkat lapangan,” pintanya lagi.

Adapun terkait alokasi anggaran penurunan stunting di TA 2022 baik melalui APBN, APBD maupun APBDesa, Wapres meminta agar juga disinergikan.

“Kebutuhan anggaran penurunan stunting perlu dihitung lagi, dikalkulasi lagi, (dan) dikonsolidasikan agar lebih efektif dan efisien,” tegasnya.

Baca juga: Aurel Hermansyah Bagikan Potret Tedak Siten Ameena, Cucu Anang Dapat Salam dari Dapil Krisdayanti

Pada arahan penutup, Wapres meminta stunting difokuskan pada daerah-daerah dengan angka prevalensi tinggi dan daerah yang mempunyai jumlah anak stunting tinggi melalui intervensi yang lebih intensif, pendanaan yang terkonsolidasi dan terpadu, sehingga lebih efektif dan efisien.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved