Siswa Aniaya Guru

Siswa Aniaya Guru SMAN 9 Kupang, Korban Maria Theresia Tolak Istirahat di Rumah

Korban yang merupakan guru Sosiologi di SMAN 9 Kupang ini memilih masuk mengajar di kelas sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada para siswa

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
KETERANGAN - Kepala SMAN 9 Kupang, Aldelgina Nortinje Liu saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin 26 September 2022. Aldelgina Nortinje Liu menyampaikan kalau korban Maria Theresia menolak tawaran sekolah untuk beristirahat dan pilih mengajar seperti biasa. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala SMAN 9 Kupang, Adelgina Nortinje Liu S.Pd. membenarkan Maria Theresia yang menjadi korban kasus Siswa Aniaya Guru di Kota Kupang sudah kembali mengajar.

Korban yang merupakan guru Sosiologi di SMAN 9 Kupang ini memilih masuk mengajar di kelas sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada para siswa.

Menurut Adelgina Nortinje Liu yang ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin 26 September 2022 menuturkan, korban Maria Theresia tiga hari tidak masuk kantor saat mengalami sakit akibat penganiayaan yang dialaminya.

Korban juga menolak tawaran pihak sekolah agar beristirahat beberapa hari kedepan sembari memulihkan kondisi kesehatannya, namun tawaran itu ditolak mentah-mentah.

Pihak sekolah juga menawarkan Maria untuk ke psikolog agar membantu memulihkan kondisi psikis sekaligus mencegah luapan emosi yang belum tuntas saat berada di dalam kelas.

Baca juga: DPRD NTT Sesalkan Tindakan Siswa Aniaya Guru di SMAN 9 Kupang

Dikatakan Adelgina Nortinje Liu bahwa korban Maria Theresia menegaskan kalau kondisinya sehat dan siap mental dan hatinya untuk kembali mengajar seperti biasa, sekaligus menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang guru Sosiologi satu-satunya di sekolah tersebut.

Terhadap semua alasan dan penolakan dari Maria Theresia, pihak SMAN 9 Kupang telah menyampaikan laporannya kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Dilanjutkan Adelgina Nortinje Liu bahwa ia juga berkeliling dari kelas ke kelas untuk memberikan imbauan sekaligus penguatan kepada para pelajar agar lebih bersikap sopan-santun dan mematuhi aturan sekolah.

Adelgina juga memberitahukan kasus yang dialami oleh sesama rekan pelajar RJD akibat dari perbuatannya penganiayaan terhadap guru sehingga wajib bertanggungjawab secara hukum.

"Saya minta para siswa belajar dari kasus tersebut, sebab rekannya dikeluarkan dari sekolah karena perbuatan penganiayaan, dan jelas melanggar tata-tertib sekolah, sehingga secara hukum RJD wajib bertanggung jawab secara hukum, sekaligus kasus ini jadi pembelajaran bersama bahwa semua perbuatan ada resikonya," pungkasnya. (CR14)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved