Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 27 September 2022, Allah Bekerja untuk Kemenangan Kita

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Allah Bekerja untuk Kemenangan Kita

Editor: Agustinus Sape
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - RP. Markus Tulu SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk Selasa 27 September 2022 dengan judul Allah Bekerja untuk Kemenangan Kita. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Allah Bekerja untuk Kemenangan Kita.

RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk Kitab Ayub 3:1-3 11-17, dan bacaan Injil Lukas 9:51-56.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Selasa 27 September 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Pada hari Peringatan Santo Vinsensius a Paulo, imam, Kita diajak untuk menyelami situasi batin Ayub.

Bahwa Ayub setelah bergulat dan bergumul dengan derita hidup yang panjang dan lama, akhirnya jatuh ke dalam krisis yang berat hingga menyesal dan mengutuki kelahirannya.

"Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku, malam yang mengatakan, seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan. Mengapa aku tidak mati waktu lahir? Atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?"

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 26 September 2022, Mengasihi yang Kecil

Demikian krisis hebat yang dialami Ayub, orang yang dikenal dan dipuji Allah sebagai orang saleh, jujur dan takwa itu.

Keluhan dan penyesalan Ayub ini kemudian justru mendorong dan mengarahkan Ayub untuk dengan setia bertanding dengan hidup.

Bahwa penderitaan orang beriman berujung dengan kemenangan yang membahagiakan hidup.

Di sinilah sebenarnya Allah berperan merangkul hidup dan perjuangan kita melawan penderitaan itu.

Bahwa kita memperoleh kemenangan karena Kristuslah yang merangkul kita. Bukan kehebatan kita.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 26 September 2022, Siapa Pantas Disebut yang Terbesar

Yesus sendiri mengatakan, "Aku datang bukan untuk membinasakan orang, tapi untuk menyelamatkan mereka."

Di sini semakin jelas bagi kita kaum beriman untuk meyakini bahwa kemenangan iman yang kita peroleh tidak yang pertama-tama karena usaha kita.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved