Berita Nasional

Hakim Agung Terjaring OTT, KPK Bersedih Lembaga Peradilan Tak Lagi Steril

Seorang oknum Hakim Agung terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi ).

Editor: Frans Krowin
Kompas.com
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron 

POS-KUPANG.COM - Seorang oknum Hakim Agung terjaring dalam OTT ( Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi ).

Dalam OTT itu, KPK juga mencokok lima orang lainnya, yang diduga terlibat dalam mafia peradilan berupa tindakan suap pengurusan perkara.

Terhadap OTT tersebut, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron pun mengungkapkan keprihatinannya. Sebab lembaga penegakkan hukum di Tanah Air ternyata tak lagi steril oleh dugaan suap dan tindak pidana lainnya.

Nurul Ghufron mengatakan, lingkungan yang seharusnya steril kini malah tercemari oleh pelbagai tindak pidana, termasuk suap.

Baca juga: Diincar KPK, Bupati Mamberamo Lari ke Papua Nugini, Gubernur Lukas Enembe pun Kini Jadi Tersangka

"KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan," kata Ghufron dikutip dari Kompas.com, Kamis 22 September 2022.

Aparat penegak hukum, lanjut Ghufron, semestinya menjadi pilar penegakkan keadilan bagi bangsa.

OTT -- Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan OTT dengan menangkap salah satu hakim agung yang diduga terlibat dalam kasus suap penanganan perkara.
OTT -- Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan OTT dengan menangkap salah satu hakim agung yang diduga terlibat dalam kasus suap penanganan perkara. (Tribunnews.com)

Akan tetapi, katanya, yang terjadi justeru demikian buruk. Keadilan dapat ditukar dengan uang.

"KPK berharap OTT terhadap insan hukum ini merupakan kasus terakhir. Tapi OTT ini menjadi bukti bahwa lembaga peradilan dan hukum masih tercemari uang," tandasnya.

Selama ini, lanjut dia, KPK telah melaksanakan program pendidikan antikorupsi dengan melibatkan pejabat struktural maupun hakim di lingkungan Mahkamah Agung (MA).

Pelibatan para pejabat dalam program pendidikan anti korupsi itu, katanya, diharapkan menjadi hal mendasar bagi pembenahan terhadap masing-masing lembaga.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved