Siswa Aniaya Guru

Siswa Aniaya Guru, Komite SMAN 9 Kota Kupang Dukung Kebijakan Sekolah Keluarkan Pelaku Penganiayaan

Hasil rapat bersama tersebut memutuskan siswa aniaya guru yang berinisial RJD dikeluarkan dari sekolah tanpa mendapat rekomendasi apapun.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE
SISWA ANIAYA GURU - Ketua Komite SMAN 9 Kota Kupang, Petrus Nifu, S.H. memberikan tanggapan terkait kasus siswa aniaya guru di SMAN 9 Kota Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Komite SMAN 9 Kupang, Petrus Nifu, S.H. mengatakan pihaknya hadir bersama guru dan kepala sekolah untuk membahas kejadian siswa aniaya guru yang dilakukan seorang pelajar Kelas XII IPS 2 bernama RJD (17) terhadap guru Sosiologi bernama Maria Theresia (53).

Hasil rapat bersama tersebut memutuskan siswa aniaya guru yang berinisial RJD dikeluarkan dari sekolah tanpa mendapat rekomendasi apapun, serta anak tersebut dikembalikan pada orangtuanya.

Petrus Nifu meminta kepada pihak sekolah jika dikemudian hari ada kejadian siswa aniaya guru atau kejadian yang melanggar aturan sekolah, maka segera menginformasikan kepada komite agar dapat mengambil tindakan dan solusi bersama.

Baca juga: Siswa Aniaya Guru, Guru SMAN 9 Kota Kupang Korban Penganiayaan Belum Kembali Mengajar

Hal tersebut diungkapkannya kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 22 September 2022.

Terhadap kejadian penganiayaan siswa terhadap guru, jika Komite mendapatkan informasi lebih awal sebelum korban melapor ke pihak kepolisian, maka Komite bisa mengambil tindakan untuk mediasi dan bisa menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Akan tetapi kasus tersebut sudah dilaporkan dan menjadi ranah kepolisian, sehingga Komite SMAN 9 Kupang mendukung proses hukum dan berharap mendapat solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah penganiayaan siswa terhadap guru.

Baca juga: Siswa Aniaya Guru: Para Guru Rapat Bersama Pengurus Komite Sekolah

Terhadap keputusan sekolah mengeluarkan siswa RJD, maka itu kewenangan sekolah untuk menegakkan peraturan dan tata tertib sekolah termasuk mengembalikan siswa kepada orangtuanya.

Pihaknya berharap sekolah memberikan peserta didik bimbingan dan arahan yang humanis, serta para guru mengontrol diri dan emosi sehingga kasus kekerasan terhadap guru maupun siswa tidak terulang kembali dan semua pihak bersama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. (CR14)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved