Siswa Aniaya Guru

Siswa Aniaya Guru, Guru SMAN 9 Kota Kupang Korban Penganiayaan Belum Kembali Mengajar

Selain itu Maria juga meminta izin kepada kepada pihak sekolah untuk beristirahat selama beberapa hari dan sekaligus melakukan pemeriksaan pada mata

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE
BERI ARAHAN - Kepsek SMAN 9 Kupang bersama Pengurus Komite memberikan penguatan psikologis kepada para pelajar di Kelas XII IPS 2 pasca kejadian penganiayaan siswa terhadap guru, Kamis 22 September 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pasca penganiayaan tersebut, Maria Theresia (53), guru Sosiologi yang menjadi korban penganiayaan dari siswa bernama RJD (17) saat ini masih sakit dan belum kembali mengajar.

Selain itu Maria juga meminta izin kepada kepada pihak sekolah untuk beristirahat selama beberapa hari dan sekaligus melakukan pemeriksaan pada mata bagian kanannya yang sakit.

Demikian penjelasan Kepala SMAN 9 Kota Kupang, Adelgina Nortintje Liu, S.Pd. kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 22 September 2022.

Baca juga: Kepala SMAN 9 Kupang Tegaskan Siswa Aniaya Guru Terancam Dikembalikan ke Orangtua

Adelgina mengatakan sebagai bentuk solidaritas para guru akan menyempatkan waktu untuk mengunjungi Maria Theresia agar memberikan dukungan moril dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

Terhadap masalah penganiayaan siswa terhadap guru, pihak sekolah menyerahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pertimbangan pelaku berstatus anak.

Namun apabila korban mau melanjutkan proses hukum, maka pihak sekolah siap memberikan dukungan moril kepada korban sebagai guru serta pelaku sebagai pelajar yang telah dikeluarkan tanpa rekomendasi oleh pihak sekolah.

Baca juga: Guru Sosiologi SMAN 9 Kupang Beberkan Kronologi Penganiayaan oleh Siswa di Kelas

Berikan Penguatan Psikologis 

Sedangkan bagi para siswa, khususnya di lokasi kejadian, Kelas XII IPS 2, Kepala Sekolah, para guru bersama Komite Sekolah telah memberikan penguatan secara psikologis karena kondisinya terganggu pasca kejadian penganiayaan yang terjadi saat pelajaran Sosiologi.

Kepsek SMAN 9 Kupang juga meminta kepada para pelajar agar menjadikan kasus tersebut sebagai bahan refleksi dan pembelajaran agar tidak melanggar tata-tertib sekolah.

Pihaknya juga mengimbau para siswa agar tidak takut berhadapan dengan guru dan tetap mengutamakan saling menghormati dan menghargai antara guru dan murid.

"Jaga etika dan perilaku selama berada di lingkungan sekolah, tahu hak dan kewajiban, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif," ujarnya. (CR14)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved