Berita Sumba Barat

Satuan Polisi Pamong Praja Sumba Barat Tertibkan Pedagang, Giring PKL Keluar Kompleks Pertokoan

terlihat para pedagang kaki lima yang umumnya adalah ibu-ibu terpaksa membawa serta barang jualan mengikuti permintaan anggota Satpol PP

Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
TERTIBKAN- Anggota satpol PP Sumba Barat menggiring PKL yang umumnya  ibu-ibu keluar agar tidak berjualan diemper pertokoan Kota Waikabubak, Sumba Barat, Kamis 22 September 2022 siang.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK---Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Sumba Barat menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang kembali berjualan di pasar lama dan emperan pertokoan Kota Waikabubak, Kamis 22 September 2022 siang.

Selanjutnya, anggota Pol PP itu menggiring  para pedagang kaki lima keluar kompleks pertokoan hingga jalan raya depan Polres Sumba Barat Daya.

Selain itu terlihat para pedagang kaki lima yang umumnya adalah ibu-ibu terpaksa membawa serta barang jualan mengikuti permintaan anggota Satpol PP.

Terlihat ada yang mengikuti jalan ke arah Kaori dan lainnya melintas depan rumah jabatan bupati, lalu memilih beristiharat di pinggir lapangan sepak bola Manda Elu,  depan Rumah Sakit Lende Moripa.

Ditengah istirahatnya itu, para pedagang terus memantau pergerakan anggota satpol PP, apakah sudah kembali atau masih tetap berjaga-jaga di kompleks pertokoan dan pasar lama Waikabubak.

Sekitar satu jam lamanya menunggu, para pedagang mengurungkan niat kembali berjualan diemperan pertokoan dan pasar lama dan memilih  berjualan ke kelilling ke arah kampung baru, kampung sawah dan lainnya.

Baca juga: Pasar Weekarou Mampu Tampung 900 Pedagang, Kadis Perindag Sumba Barat: Manfaatkan Los Pasar Baru 

Hal itu karena para pedagang mengetahui anggota Satpol PP sedang berkumpul di belakang rumah jabatan bupati Sumba Barat yang terus memata-matai mereka.

Mama Yana dan Ina Arin, dua pedagang sayur yang ditemui POS-KUPANG.COM di depan Rumah Sakit Lende Moripa mengaku, terpaksa berjualan di pasar lama atau kompleks pertokoan karena pasar baru Weekarou sepi pengunjung.

"Kami ini, pedagang kecil hanya cari satu dua rupiah sehari untuk  bisa beli beras 1 kg, beli buku dan pakaian anak sekolah. Apalagi barang jualan berupa sayur cepat rusak. Masa dengan jualan seperti ini, kami harus sehari penuh berjualan di pasar baru yang sepih pengungjung. Itu bukan namanya pergi jualan tetapi berjemur  diri, sayur rusak dan buang. Kami butuh jualan laku cepat," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved