Bintang Timur Atambua Restrukturisasi Manajemen. Bert Pentury Dipanggil Lagi

Bintang Timur Atambua (BeTA) terus melakukan pembenahan dengan melakukan restrukturisasi organisasi.

Editor: Sipri Seko
POS KUPANG/HO
Manajemen Bintang Timur Atambua menggelar rapat. 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Owner Akademi Bintang Timur Atambua (BeTA) terus melakukan pembenahan. Setelah sejak didirikan beberapa tahun lalu, BeTA atambua melakukan restrukturisasi organisasi.

Owner BeTA, Fary Francis pada, Kamis 22 September 2022 bertemu dengan manajemen BeTA dan komunitas orangtua siswa SSB Bintang Timur Atambua. "Kami lakukan rapat evaluasi, khususnya dalam perjalanan BeTA pasca pandemi. Boleh dikatakan dalam dua tahun ini tidak berjalan baik. Kalaupun berjalan, tidak terprogram dengan baik," kata Fary seusai pertemuan.

Dia mengatakan, dalam satu tahun ini, ada beberapa kegiatan yang diikuti seperti mengggelar BeTA Kristal Cup, mengikuti Nusantara Open Piala Prabowo 2022, Soeratin U-17 di Ende dan ETMC 2022 di Lembata. "Dan, Asprov PSSI NTT mempercayakan BeTA sebagai tuan rumah Soeratin Cup U-15 yang kami rencanakan digelar bulan Oktober 2022," jelasnya.

Dia mengatakan, terjadi restrukturisasi organisasi. Joao Leki yang selama ini sebagai direktur diganti Yun Asa dibantu Muchlis Lapitonung sebagai wakil direktur. "Kami juga bentuk divisi baru, mengikuti visi BeTA ke depan. Dalam rangka kerja sama dengan klub dan akademi sepakbola baik nasional maupun internasional," jelasnya.

"Karena untuk pengelolaan sepakbola yang modern, dibutuhkan divisi lain yang mendukung divisi pembinaan. Ini merupakan tuntutan dari manajemen sepakbola modern. Kami juga bentuk manajemen usaha dana. Dengan aset yang ada, diharapkan bisa mendatangkan pemasukan sehingga SSB ini bisa mandiri," tambahnya.

"Kami juga buat divisi pengelolaan sarana dan prasarana atau aset. Kita punya fasilitas lapangan bola, futsal, penginapan, aula, cafe yang kita harapkan bisa dikembangkan. Saya kira divisi baru ini jadi kebutuhan Bintang Timur agar ke depan jadi akademi yang modern," kata Fary.

BeTA juga kembali memanggil pelatih asal Belanda, Bert Pentury untuk menangani divisi pembinaan. Bert adalah pelatih yang pernah menangani BeTA dan menciptakan beberapa pemain seperti Crespo Halle, Hery Vardial, Glend Bili dan lainnya.

"Diharapkan, dengan terbentuknya organisasi baru ini, manajemen BeTA sudah mulai beraktivitas lagi dengan baik. Bintang Timur tetap komit membangun sepakbola Indonesia dari perbatasan negeri," kata Fary. **

Sumber: Pos Kupang
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved